Breaking News:

Berita Pati

Pengurus IPNU-IPPNU Pati 2021-2023 Resmi Dilantik, Ini Harapan Bupati Haryanto

Matsna Zakiyyatus Salwa sebagai Ketua PC IPNU dan Melisa Yusrina sebagai Ketua PC IPPNU dilantik di Pendopo Kabupaten Pati bersama jajaran pengurus

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama'-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama' (PC IPNU-IPPNU) Kabupaten Pati periode 2021-2023 resmi dilantik, Selasa (23/11/2021).

Matsna Zakiyyatus Salwa sebagai Ketua PC IPNU dan Melisa Yusrina sebagai Ketua PC IPPNU dilantik di Pendopo Kabupaten Pati bersama jajaran pengurus lain.

Semua pengurus disumpah dan mengucapkan janji untuk menjalankan amanah organisasi. Hal ini menandakan dimulainya perjuangan selama satu periode.

Bupati Pati Haryanto berharap, kader-kader IPNU-IPPNU Pati dapat menjadi agen perubahan Sumber Daya Manusia (SDM) di Bumi Mina Tani.

"Kalian adalah pelajar generasi muda dari berbagai lini yang ada. Dari awal ada kaderisasi, dididik. Tujuannya untuk mengawal perubahan SDM Indonesia menjadi lebih baik," kata dia.

Haryanto menilai positif atas apa yang dilakukan oleh IPNU-IPPNU Pati selama ini.

Menurut dia, pemuda-pemudi yang tergabung dalam IPNU-IPPNU dapat memicu perbaikan pada generasi muda di Pati, antara lain melalui aktivitas literasi yang diusungnya.

Sehingga, dengan begitu SDM akan makin berkualitas di masa mendatang.

Sementara, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama' (PCNU) Kabupaten Pati, Kiai Yusuf Hasyim memaparkan tiga prasyarat yang menurutnya harus dimiliki oleh pengurus baru PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati dalam mengabdikan diri di organisasi.

Prasyarat pertama adalah munadzim (organisatoris). Maknanya, pengurus harus mampu mengelola manajemen organisasi dengan baik.

"Saya harap pengurus cabang IPNU dan IPPNU benar-benar menjadi organisatoris, bisa menata organisasi IPNU IPPNU menjadi lebih maju yang bisa bergerak dengan baik. Khususnya kepada kader-kader kita baik itu di sekolah, desa, ranting-ranting, atau pondok pesantren," ujar dia.

Kedua, pengurus baru harus bisa berperan sebagai muharrik (penggerak). Maksudnya, pengurus baru harus memiliki semangat juang dan berkhidmat untuk terus menggerakkan jam'iyyah semaksimal mungkin sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya dalam melayani umat.

Ketiga, pengurus baru harus memiliki sikap aliman wa arifan bizamanihi, yakni berupaya membekali diri menjadi orang yang alim (cerdas, berilmu pengetahuan) dan arif (bijaksana) yang mampu menyesuaikan diri dengan tantangan kebutuhan zaman.

Kiai Yusuf juga mengapresiasi program literasi yang selama ini telah dirancang oleh pengurus IPNU IPPNU Pati. Ia berharap pada periode ini program literasi tetap diusung dan dijaga, karena hal itu merupakan bentuk pemberdayaan kader melalui jam'iyyah IPNU IPPNU. (mzk)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved