Breaking News:

Berita Semarang

Sejumlah Wilayah di Jateng Terdampak Bencana Banjir, Agus: Total Stok Logistik 500 Ton

Cuaca buruk yang melanda Jawa Tengah sebabkan terjadinya bencana di sejumlah wilayah.

Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Budi Susanto
Kantor Dinas Ketahan Pangan Provinsi Jateng, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Cuaca buruk yang melanda Jawa Tengah beberapa pekan terakhir menyebabkan terjadinya bencana di sejumlah wilayah.

Seperti di wilayah Pantura barat Jawa Tengah, yang hingga kini masih tersampak bencana banjir.

BPBD Jawa Tengah mencatat, banjir terjadi di wilayah Kendal, Pekalongan, Pemalang hingga Tegal.

Bahan pada Senin (22/11) lalu, tiga daerah yaitu Pemalang, Tegal hingga Kabupeten Tegal terendam banjir.

Banjir yang melanda tiga wilayah tersebut menyebabkan 5 ribu jiwa terdampak, lantaran pemukiman terendam.

Diterangkan, Plt Kepala BPBD Jateng, Syarifuddin, banjir yang melanda tiga wilayah tersebut dikarenakan luapan air dari Sungai Rambut, Medana dan Kemiri.

“Alhasil sejumlah pemukiman teredam air dengan ketinggian 50 sentimeter hingga 2 meter,” paparnya, Rabu (24/11/2021).

Meski kerugian yang ditimbulkan cukup masif, namun ia menuturkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Sampai sekarang air mulai surut, kami juga sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah terkait pendistribusian logistik pangan dan dapur umum,” tuturnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, juga menyiapkan pasokan logistik yang dialokasikan khusus ke wilayah terdampak bencana.

Menurut Agus Wariyanto, Kepala Dinas Ketahan Pangan Provinsi Jawa Tengah, pemerintah sudah menyiapkan cadangan pangan bagi warga terdampak bencana.

“Setiap tahunnya memang disediakan cadangan pangan untuk kondisi darurat terutama untuk wilayah terdampak bencana, tahun ini masih ada 200 ton beras untuk masyarakat terdampak bencana,” paparnya.

Ditambahkannya, cadangan pangan juga ada dari Pemerintah Pusat yang disimpan di Bulog mencapai 200 ton.

“Sementara untuk tingkat kabupaten atau kota cadangan pangan yang disimpan di Bulog 100 ton, yang bisa digunakan saat kondisi darurat untuk masyarakat terdampak bencana, jadi total stok untuk logistik kedaruratan mencapai 500 ton,” tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved