Berita Video
Video Pasca Banjir Warga Desa Sidaharja Tegal Mulai Bersih-bersih Rumah dan Jalan
Pasca banjir yang menimpa sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal Selasa (23/11/2021) kemarin, warga sudah mulai membersihkan sisa-sisa lumpur.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Berikut ini video pasca banjir warga Desa Sidaharja Tegal mulai bersih-bersih rumah dan jalan.
Pasca banjir yang menimpa sejumlah wilayah di Kabupaten Tegal Selasa (23/11/2021) kemarin, warga sudah mulai membersihkan sisa-sisa lumpur dan kotoran seperti yang terlihat di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Rabu (24/11/2021) pagi.
Akses jalan desa terlihat masih berlumpur dan tersisa sedikit genangan air di beberapa titik. Rumah warga pun terlihat masih ada bekas lumpur di bagian tembok maupun halam rumah.
Warga sibuk membersihkan sisa-sisa banjir, ada yang menggunakan alat seadanya seperti menyiramkan air dengan ember, kain pel, ada juga yang sengaja menyewa jasa tukang untuk bantu membersihkan dengan alat pompa air.
Melihat jalan yang masih cukup lincin karena dipenuhi lumpur bewarna coklat pekat, sehingga pengguna jalan yang hendak melintas di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, diimbau untuk berhati-hati.
Ditemui saat sedang beres-beres rumah, warga RT 11/RW 06 yang terdampak banjir Uci Nurbaeti mengungkapkan, air banjir mulai surut sekitar pukul 19.00 WIB atau sehabis maghrib.
Namun menurut Uci, banjir kali ini termasuk paling parah karena biasanya siang atau sore banjir sudah surut, sedangkan kemarin malam baru surut itu pun tidak semua titik.
Ia pun termasuk yang sangat terdampak, karena dua rumah nya kemasukan air banjir padahal sebelumnya tidak pernah sama sekali.
Perabotan di rumahnya pun tak luput dari terjangan air banjir. Termasuk berkas laporannya pun juga ikut hanyut tak tersisa.
"Ketinggian air di atas lutut yang di dalam rumah juga sama. Semua perabotan saya rusak, lemari pakaian, kursi, sofa, meja makan, dan lain-lain. Seumur-umur saya tinggal disini, banjir kemarin yang paling parah, karena rumah saya yang biasanya tidak sampai masuk kemarin kemasukan air," ungkap Uci, pada Tribunjateng.com, Rabu (24/11/2021).
Ditanya apakah ada berkas penting yang hilang atau terkena air, Uci mengatakan, ia dan suami sudah langsung menyelamatkan surat-surat penting.
Namun yang membuatnya sedih, berkas laporan kedinasan miliknya yang menjadi korban karena sudah tidak bisa diselamatkan.
Alhasil nantinya ia harus mengerjakan dari awal atau mengupayakan cara lainnya.
"Saya tidak sempat menyelamatkan berkas laporan, karena saya tidak akan menyangka misal di rumah yang itu bakal kemasukan air. Hampir warga sini rumahnya kemasukan air semua, sehingga pagi ini pada gotong royong bersih-bersih rumah dan akses jalan," ujarnya.
Saat tukang bersih-bersih yang disewa oleh Uci membersihkan ruang tamu rumah nya, ada hal yang cukup menggelikan karena setelah disemprot menggunakan air ternyata banyak kotoran kambing bermunculan bahkan dengan jumlah yang sangat banyak.
Ditambah air coklat keruh bercampur lumpur yang masih tersisa di dalam rumah.
Padahal Uci mengaku tidak memiliki atau berternak kambing.
"Paling nanti perabotan yang rusak dan tidak bisa diselamatkan akan saya loakan (rongsokan). Benar-benar banjir yang cukup berdampak bagi saya, keluarga, dan warga sekitar," pungkas Uci.
Sebelumnya, intensitas hujan yang cukup tinggi sejak Senin (22/11/2021) malam, membuat beberapa wilayah di Kabupaten Tegal mengalami banjir bahkan sampai ada yang masuk rumah warga.
Hal ini seperti yang terpantau di Dukuh Mlangse, Desa Sidaharja, RT 03/RW 04, Kecamatan Suradadi, Kabupaten, pada Selasa (23/11/2021) pagi.
Desa ini bisa dikatakan sebagai langganan banjir, karena setiap tahun nya terutama jika intensitas hujan tinggi atau terjadi dalam waktu yang lama pasti banjir melanda.
Ketinggian air tidak merata karena menyesuaikan konstruksi jalan, namun jika semakin masuk ke dalam Desa maka ketinggian air mencapai lutut orang dewasa bahkan ada yang lebih.
Selain di Desa Sidaharja, Kecamatan Suradadi, banjir juga melanda Desa Tembok, Banjaran RT 3,4 dan 5 RW 01, Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal.
Terjadi juga di Desa Pecabean RT 01/RW 01, Kecamatan Pangkah, Desa Kendayakan dan Desa Banjaragung Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal.
Salah satu warga RT 03/RW 04 yang ditemui di lokasi Syaeful mengatakan, air dari luapan sungai cacaban mulai masuk ke jalan dan area rumah warga sejak pukul 06.00 WIB.
Menurutnya musibah ini bukan kali pertama, tapi memang sering terjadi dan bisa disebut banjir langganan ketika masuk musim hujan.
"Banjir kali ini terjadi karena kemarin malam hujan cukup deras sejak pukul 23.00 WIB sampai pagi tadi. Kalau daerah saya belum ada yang sampai masuk rumah, karena warga sudah inisiatif menyiapkan semacam pembatas menggunakan kayu, fungsinya untuk menahan air supaya tidak masuk ke rumah. Tapi kalau ini sampai hujan lagi tidak menutup kemungkinan masuk ke rumah, karena di rumah saya sekitar 10 cm lagi air masuk ke rumah," ungkap Syaeful. (*)
(dta)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE: