Breaking News:

Berita Sragen

2 Investor Korea Selatan Berniat Investasi di Sragen, Akan Bangun Pabrik Alas Kaki

Dua investor asal Korea berniat menanam modal di Kabupaten Sragen. Keduanya akan berinvestasi dan membangun pabrik di bidang pabrik alas kaki.

TRIBUNJATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ditemui di DPRD Sragen, Kamis (25/11/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Dua investor asal Korea Selatan berniat menanam modal di Kabupaten Sragen. Keduanya akan berinvestasi dan membangun pabrik di bidang pabrik alas kaki.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati usai mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Sragen, Kamis (25/11/2021).

Yuni sapaan akrabnya itu mengatakan saat ini para investor ini sedang menyisir daerah-daerah yang lahannya bisa digunakan untuk pembangunan pabrik.

"Penanaman Modal Asing (PMA) masuk Sragen beberapa dan saat ini sedang menyisir daerah-daerah yang bisa digunakan."

"Karena kalau PMA pasti lahannya sangat luas dan harus daerah yang kondusif.

Baik dari harga, warga, politik dan semuanya. Ada dua investor dari Korea yang sedang on the way," terang Yuni.

Yuni mengatakan saat ini Pemkab Sragen telah memiliki Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRW).

Para investor tinggal menentukan dimana lokasi yang diinginkan.

Bupati mengaku masih ada sejumlah kendala yang perlu diselesaikan, yakni masyarakat yang belum sepenuhnya pro investasi.

"Kendalanya kita masyarakat pro investasi, karena pelayanan perizinan dari kami sudah oke, exit tol ada, akses aksebilitas oke, UMK bersaing tinggal warganya," kata Yuni.

Yuni mengaku Sragen memiliki iklim yang kondusif sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor untuk menanamkan modal di Sragen.

Pemkab saat ini juga sedang menyusun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang hampir jadi dan dengan peraturan bupati bisa selesai. RDTR ini dikatakan Yuni lebih dulu dibandingkan daerah lain.

Hal ini juga membawa Kabupaten Sragen menerima penghargaan Investment Award 2021 juara III.

Yuni mengatakan, dalam ajang tersebut Presiden mengatakan bahwa pelayanan terbaik belum tentu investasi akan tinggi.

"Contoh di Jawa tengah pelayanan baik tapi nilai investasinya rendah. Sebaliknya di Jawa Barat nilai investasinya tinggi pelayanan tapi pelayanan rendah. Meski demikian setiap daerah diharapkan bisa memberikan pelayanan terbaik," tandasnya. (uti) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved