Breaking News:

Berita Semarang

Banjir Masih Jadi Momok di Semarang, Drainase Perkotaan Akan Direvitalisasi Pada 2022

Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin memyampaikan, banjir dan rob di Kota Lunpia memang masih menjadi momok saat musim hujan

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Sekda Kota Semarang, Iswar Aminudin 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejak memasuki musim hujan, Kota Semarang sudah diterjang banjir beberapa kali.

Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi Pemerintah Kota Semarang dalam penanganan banjir di wilayah perkotaan.

Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin memyampaikan, banjir dan rob di Kota Lunpia memang masih menjadi momok saat musim hujan.

Namun demikian, luas genangan dan lama genangan sudah menurun jauh dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, drainase di perkotaan perlu dilakukan revitalisasi dan perbaikan guna menangani banjir.

Pihaknya telah berkomunimasi dengan pemerintah pusat untuk melakukan revitalisasi drainase perkotaan. Rencananya, revitalisasi drainase perkotaan akan dilakukan pada 2022.

"Drainase perkotaan kita perlu ada revitalisasi dan perbaikan. Kami sudah komunikasi dengan pemerintah pusat melalui BBWS Pemali Juana bahwa saluran perkotaan sudah mendapatkan anggaran pada 2022," terangnya, Kamis (25/11/2021).

Dia menjelaskan, saluran perkotaan perlu dibenahi karena sedimentasi di Semarang terlalu tinggi.

Apalagi, wilayah Semarang tidak hanya dataran rendah melainkan juga pegunungan fan perbukitan. Sehingga, saat terjadi hujan deras, sedimentasi masuk ke saluran perkotaan.

Di samping itu, banjir di Kota Semarang juga disebabkan adanya penurunan tanah di wilayah tertentu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved