Breaking News:

Berita Semarang

Hari Guru Nasional, Laila Sebut Masih Ada 6 Oknum Pengajar Jadi Pelaku Kekerasan Seksual

Direktur LRC–KJHAM Nur Laila sebut enam oknum pengajar jadi pelaku kekerasan seksual.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Ilustrasi. Kapolres Banjarnegara, AKBP IGA Perbawa Nugraha memperlihatkan oknum guru SMP yang cabuli siswinya dalam jumpa pers di Mapolres Banjarnegara, Selasa (11/2/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktur Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC – KJHAM) Nur Laila Hafidhoh menyebut ada enam oknum pengajar yang menjadi pelaku kekerasan seksual.

Rinciannya lima orang berprofesi sebagai do

Ilustrasi. Oknum guru, Slamet Priyanto yang mencabuli puluhan siswanya
Ilustrasi. Oknum guru, Slamet Priyanto yang mencabuli puluhan siswanya (ISTIMEWA)

sen dan satu orang sebagai ustadz.

Dari keenam pelaku tersebut terdapat belasan korban. Pengaduan kasus itu mulai tahun 2020,tapi kasus itu masih ditangani hingga saat ini. 

"Untuk Guru SD sampai SMA sejauh ini belum ada yang melaporkan ke kami," ucapnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (25/11/2021).

Para pelaku mayoritas melakukan aksinya saat mengajar, bentuk kekerasan seksual yang dilakukan berupa mencolek, meremas payudara, bahkan hingga hubungan seksual. 

"Kekerasan seksual sampai berhubungan intim karena korban dipacari terlebih dahulu, diperdaya lalu diajak untuk berhubungan seksual," jelasnya. 

Baginya, kekerasan seksual di lingkungan pendidikan memang jadi tantangan sendiri. 

Ada beberapa tantangan mulai dari korban yang takut melapor dan speak up terhadap kasusnya. 

Ia mencontohkan, ada satu kasus kekerasan seksual di sebuah kampus ternama di Kota Semarang namun korban tak berani mengadu ke pendamping apalagi ke polisi. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved