Breaking News:

Muktamar Nahdlatul Ulama

Inilah Nasihat Wakil Presiden Maruf Amin Soal Muktamar NU Mau Dipercepat atau Diundur

Rencana pelaksanaan Muktamar mau dipercepat atau diundur, Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta masalah tersebut dibahas secara internal oleh PBNU.

(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra via kompas.com)
Wakil Presiden Maruf Amin 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Rencana pelaksanaan Muktamar mau dipercepat atau diundur, Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta masalah tersebut dibahas secara internal oleh PBNU.

"Jadi Wapres tidak akan ikut campur masalah ini sesuai dengan aturan. Kenapa? Karena kata beliau, urusan NU harus diselesaikan juga oleh NU," jelas Manarul dalam keterangan yang diterima, Kamis (25/11/2021).

Dikatakannya saat wakil presiden Ma'ruf Amin menerima sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di kediaman resmi Wapres, Jl Diponegoro No. 2, Jakarta Pusat.

Menurut keterangan salah satu tokoh yang hadir yakni Mustasyar PBNU asal Jakarta KH Manarul Hidayat, pertemuan tersebut di samping untuk bersilaturahmi, juga untuk menerima nasihat Wapres terkait rencana penyelenggaraan Muktamar Ke-34 NU pada Desember mendatang.

"Beliau (Wapres) memberikan nasihat kepada kami agar Muktamar NU yang akan datang berjalan dengan baik, damai, di samping (menjadi) maslahat bagi seluruh warga NU, juga manfaat untuk NKRI," ujar Manarul dalam keterangan yang diterima, Kamis (25/11/2021).

Manarul mengatakan Wapres tak lupa mendoakan dan berpesan agar Muktamar ini berjalan dengan baik sesuai dengan keputusan yang ditetapkan serta mengedepankan akhlakul karimah, sehingga tidak gaduh, tetap damai dan tenang.

"Selanjutnya karena NU ini mengedepankan akhlakul karimah, didirikan oleh para ulama, para kiai, para habaib, makanya dalam Muktamar pun (diharapkan) tetap mengedepankan yaitu akhlakul karimah," ujarnya.

Lebih jauh, Manarul mengungkapkan bahwa terkait adanya beberapa pihak yang meminta pelaksanaan Muktamar dipercepat atau diundur, Wapres berpendapat agar masalah tersebut dibahas secara internal oleh PBNU.

"Jadi Wapres tidak akan ikut campur masalah ini sesuai dengan aturan. Kenapa? Karena kata beliau, urusan NU harus diselesaikan juga oleh NU," jelasnya.

Untuk itu, Kiai Manarul dan para Tokoh NU yang hadir pada pertemuan ini akan menyampaikan kepada umat bahwa segala permasalahan yang timbul terkait Muktamar akan diselesaikan sepenuhnya secara internal di PBNU.

"Insyaallah kami sudah sepakat akan menyampaikan kepada umat apabila terjadi apa-apa, tetap akan konsultasi dan menyerahkan kepada PBNU," ujarnya.

Selain Kiai Manarul, tampak hadir dalam pertemuan ini Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur yang juga Pengasuh Pesantren Lirboyo Kediri K.H. Anwar Manshur, Mustasyar PBNU asal Banten K.H. Muhtadi Dimyati, Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat yang juga Pengasuh Pesantren Al Muhajirin Purwakarta K.H. Abun Bunyamin, Pengasuh Pesantren Al Itqon Semarang Jawa Tengah K.H. Kharis Shodaqoh, Ketua PBNU asal Kalimantan Timur K.H. Farid Wadjdi, Rais Syuriyah PWNU NTT K.H. Abdul Karim Makarim, Rais Syuriyah PWNU Lampung K.H. Muhsin Abdillah, serta Ulama NU Sumatera Barat Sumbar Buya Bagindo H. Muhammad Leter.

Sementara Wapres didampingi oleh Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Sekretaris Pribadi Wapres Salahuddin Al Ayyubi. (*)

Baca juga: Kata Haikal Hassan yang Akan Diperiksa Polisi Terkait Pengakuannya Mimpi Bertemu Nabi Muhammad

Baca juga: Parmin Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk di Perut, di Lantai Ada Bercak darah yang Diseka

Baca juga: Wall Street Naik Didorong Penguatan Nvidia

Baca juga: Bukan Anak atau Istri Jenderal, Kok Anggiat Dijemput Mobil Dinas Brigjen TNI AD? Ini Kata Pengacara

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved