Berita Semarang

Kisah Ani Susanti Peserta Pelatihan Berjenjang Balatkop yang Sukses Usaha Gamis

Ikuti berbagai pelatihan, salah satu pendorong pelaku UMKM untuk terus berkembang.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Ani Susanti (26), warga jalan Ahmad Yani, Kebumen. Ia yang menggeluti bisnis pakaian gamis . 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mengikuti berbagai pelatihan menjadi salah satu pendorong bagi para pelaku UMKM untuk terus berkembang.

Dengan mengikuti pelatihan, para pelaku UMKM tersebut bisa meningkatkan keahliannya dalam menjalankan bisnis.

Hal itu pula yang dilakukan Ani Susanti (26), warga jalan Ahmad Yani, Kebumen.

Ani yang menggeluti bisnis pakaian gamis tersebut mengatakan, beberapa pelatihan diikutinya termasuk pelatihan berjenjang yang diadakan Balatkop Provinsi Jawa Tengah dengan Dinas Koperasi UKM Provinsi Jateng.

Dalam pelatihan itu ia dimentori Bio Hadikesuma Management Training & Consulting (BHMTC).

"Pelatihan manajemen usaha dan keuangan ini sangat berpengaruh pada usaha saya khususnya bagian keuangan. Saya dapat merencanakan keuangan ke depan, minimal satu bulan depannya, dapat memangkas biaya yang tidak diperlukan, belajar manajemen SDM, sistem perusahaan, indikator setiap divisi serta cara mendapatkan investor, dan lain-lain," jelasnya, kemarin.

Terkait usahanya, Ani memaparkan, semula dirinya menjadi reseller pada tahun 2017 lalu.

Dikatakan, lama-lama penghasilannya dari menjualkan produk tersebut terkumpul hingga ia memutuskan untuk membuat brand sendiri, yang diberi nama Muzayyan Collection.

Ia memulai usaha tersebut dengan modal awal Rp 700 ribu untuk stok gamis.

Produk tersebut ia pasarkan baik secara daring maupun luring melalui media sosial.

"Alhamdulillah, banyak peminat khususnya seragam gamis untuk acara pengajian, pernikahan, keluarga, dan beberapa menggunakan sistem reseller," ungkapnya.

Ani mengatakan, dalam menjalankan usaha tersebut ia kini telah memiliki enam karyawan.

Adapun produknya telah sampai ke berbagai wilayah di antaranya Banyumas, Cilacap, Jakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan.

Adapun saat pandemi Covid-19, ia menuturkan, sebelumnya usahanya turut merasakan dampak penurunan penjualan.

Namun seiring berjalannya waktu, dengan menyesuaikan kebutuhan pasar ia mampu mempertahan usahanya tetap eksis di tengah pandemi.

"Awalnya berdampak sekali, karena banyak pelanggan yang mengurangi budget pembelian gamis dan lain-lain. Namun seiring berjalannya waktu, kita menyesuaikan kebutuhan pasar dengan budget kita turunkan," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved