Breaking News:

Berita Sragen

Komisi III DPRD Sragen Tutup Tambang Galian C Ilegal di Wonorejo, Kedawung, Sragen

Anggota DPRD Sragen komisi III sidak galian C ilegal di Desa Wonorejo, Sragen.

Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Penutupan Tambang Galian C ilegal oleh komisi III DPRD Sragen di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Sragen, Rabu (24/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Anggota DPRD Sragen komisi III melakukan sidak galian C ilegal di Desa Wonorejo, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Rabu (24/11/2021).

Sidak ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Sugiyarto, beserta anggotanya. Mereka langsung melakukan peninjauan di lokasi yang telah dikeruk oleh alat berat Excavator tersebut.

Pantauan Tribunjateng.com di lokasi, lahan dengan luas 10 hektare tersebut telah dikeruk tanahnya hampir 1 hektare dengan kedalaman kurang lebih empat meter.

Karena izin usaha tambang belum memiliki izin, galian C tersebut lantas langsung ditutup oleh komisi III DPRD Sragen dengan spanduk berwarna kuning.

Penutupan ini berdasarkan Perda Kabupaten Sragen Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup.

"Galian C ini tahun lalu sudah ada mungkin sempat berhenti barangkali mengurus izinnya, tapi ini digali lagi sekitaran satu bulan. Ini luasnya 10 hektare dan sudah dikeruk kurang lebih satu hektare ini," kata Sugiyarto disela-sela meninjau.

Sugiyarto lantas menanyakan ke izin tersebut ke BPD dan didapati bahwa penambang tersebut belum ada izinnya.

Tidak berhenti di situ pihaknya melakukan klarifikasi dengan pemilik CV tambang, CV tersebut mengaku sudah memiliki izin.

Namun setelah diselidiki CV tersebut baru mengantongi izin Online Single Submission (OSS) yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

"Izin ESDM belum ada, akhirnya saya minta galian ini diberhentikan. Sekarang sudah ada perda RTRW, RTRW baru ini sudah mengatur zona-zona. Zona hijau, zona merah, zona kuning dan zona tambang sudah diatur di Perda RTRW," katanya.

Sugiyarto mendesak agar penambangan galian C tersebut dihentikan mengingat tanah tersebut merupakan tanah kas desa dan lahan zona hijau.

Dia melanjutkan lahan hijau ini merupakan tanah yang bisa ditanam padi dan bisa panen tiga kali dalam satu tahun.

"Ini tanah kas desa, kasihan yang aturannya bisa tanam 3 kali yang ke polowijo berarti kan ini lahan hijau subur kenapa ditambang?," lanjut dia.

Sugiyarto mengaku telah menegur pemilik CV, pihaknya berharap agar izin bisa diurus terlebih dahulu baru dilakukan penambangan.

"Saya tidak melarang selama izin sudah turun, saya menyayangkan Perda RTRW sudah ada, AMDAL-nya bagaimana, dampak lingkungan, kalau sudah resmi kan ada retribusi menaikkan PAD untuk Kabupaten Sragen, ini belum jelas," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved