Breaking News:

Berita Samarang

LRC-KJHAM Sebut Kota Semarang Daerah Tertinggi Sebaran Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

Lembaga Keadilan Gender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) menyebut, Kota Semarang menjadi daerah tertinggi dengan sebaran kasus kekerasan seksual.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Iwan Arifianto
Kepala Divisi Bantuan Hukum LRC-KJHAM, Nihayatul Mukharomah, saat penyampaian situasi kekerasan terhadap perempuan, di Kota Semarang, Kamis (25/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lembaga Keadilan Gender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) menyebut, Kota Semarang menjadi daerah tertinggi dengan sebaran kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di tahun 2021.

Setelah Kota Semarang disusul Demak, Kabupaten Semarang, Kendal, Grobogan, dan Kabupaten Magelang.

"Iya betul, Kota Semarang menjadi kota dengan sebaran kasus tertinggi di Jateng pada tahun ini dengan total 33 kasus," papar Kepala Divisi Bantuan Hukum, Nihayatul Mukharomah, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Tampik Kekhawatiran Publik, Erick Thohir Jamin Toilet di SPBU Tetap Bersih Meski Gratis

Baca juga: Video 5 Hektare Lahan Pertanian di Kota Tegal Masih Kebanjiran

Baca juga: Kepala Bappenas RI Sebut Hendi Layak Dapat Lifetime Achievement

Baca juga: Ibu di Bantul Penjarakan Anak Karena Jual Perabotan untuk Traktir Pacar, Isi Rumah dan Genteng Ludes

Ia  menerangkan, tahun 2021 tercatat 80 kasus kekerasan terhadap perempuan. 

Dari 80 kasus ada 120 perempuan yang jadi korban dengan total 88 pelaku kekerasan. 

Lebih rinci, dari 120 perempuan jadi korban 89 adalah korban kekerasan seksual atau mendominasi sebesar 74 persen dari total kasus. 

"Adapula 29 korban kekerasan KDRT sisanya jenis kekerasan lain," katanya. 

Ia menjelaskan, total kasus yang diterima KJHAM yakni 80 kasus dengan kasus tertinggi yakni 48 kasus kekerasan seksual dengan rentang usia korban yakni 5 tahun hingga 18 Tahun.

Selain kekerasan seksual, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga cukup tinggi yakni 29 kasus dengan pelaku kekerasan berasal dari orang terdekat.

"Pelaku kekerasan berasal dari orang terdekat seperti saudara, suami hingga ayah," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved