Breaking News:

Berita Slawi

Toilet di SPBU Muri Tegal Gratis, Ditandai Pemasangan Kertas Pemberitahuan

Pengelola SPBU Muri Elizabeth Ratih Dewi tegaskan pihaknya ikuti aturan yang ada. 

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: sujarwo

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Belakangan ini marak diperbincangkan mengenai Menteri BUMN Erick Thohir yang meminta toilet di SPBU Pertamina dan SPBU swasta yang bekerja sama dengan Pertamina gratis alias tidak ada pungutan biaya apapun.

Menanggapi hal tersebut, pengelola SPBU Muri Elizabeth Ratih Dewi, menegaskan pihaknya mengikuti kebijakan atau aturan yang ada. 

Namun sebelum adanya aturan tersebut, di SPBU Muri sendiri memang menggratiskan jika ada pengunjung yang memanfaatkan fasilitas toilet. 

"Sebelumnya memang pernah ada, tapi bukan kami memberikan tarif harus bayar sekian rupiah, tapi seikhlas nya atau suka rela pengunjung ingin memberi berapa. Jadi ada semacam tempatnya, tapi sekarang sudah tidak lagi," tutur Elizabeth, pada Tribunjateng.com, Rabu (24/11/2021). 

Adapun SPBU Pertamina 44.521.08 atau yang lebih dikenal dengan nama SPBU Muri ini berlokasi di Jalan Raya Pantura, nomor 134, Petoran, Desa Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal

Saat ini jumlah toilet sebanyak 45 ruang, terbagi untuk toilet wanita (women) ada 35 ruang dan toilet pria (Man) ada 10 ruang, padahal sebelumnya jumlah toilet mencapai 107 ruang. 

Berkurangnya jumlah toilet, diakui Elizabeth karena ada perbaikan yaitu ruang toilet dibuat lebih luas. 

Harapannya pengunjung merasa lebih nyaman dan leluasa ketika menggunakan fasilitas toilet di SPBU Muri.

Total petugas kebersihan di Toilet SPBU Muri berjumlah 12 orang, mereka terbagi menjadi tiga shift berisi masing-masing empat orang.

"Ketika wilayah pantura sedang drop dan pelanggan khususnya di bagian makanan turun 90 persen, kami tidak serta merta menurunkan pelayanan, tapi tetap merenovasi, menjaga kebersihan, tetap wangi, bersih, supaya masyarakat merasa puas," ungkapnya.

Elizabeth menambahkan, baginya yang paling utama yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dan memuaskan mereka dengan fasilitas yang ada.

Terpisah, ditemui saat keluar dari toilet, Anto (47) mengatakan, sebagai masyarakat dan pengguna fasilitas toilet di SPBU Muri, ia mengaku sebetulnya tidak merasa keberatan jika ada tarif atau seperti kotak tempat uang suka rela. 

Tapi dengan catatan kondisi juga harus bersih, wangi, dan terurus, tidak jorok, bau, atau pun yang lainnya. 

Karena menurut warga Mejasem ini, terkadang ada yang sudah bayar katakan Rp 2 ribu tapi tempatnya kotor, jorok, air tidak lancar, dan bau. 

"Tadi pas saya mau masuk toilet tidak ada penjaganya, selain itu di tembok juga terdapat tempelan dari kertas informasi kalau toilet gratis. Ya kalau menurut saya bagus, karena meskipun gratis tapi kondisi tetap bersih, wangi, dan ada petugas yang sedang bersih-bersih juga," jelas Anto. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved