Breaking News:

Kota Pekalongan

174 Warga Pekalongan Masih Mengungsi, Didominasi Wanita, Lansia, dan Anak-anak

Ratusan warga Kota Pekalongan masih mengungsi karena banjir yang terjadi, sejak Selasa (23/11) lalu.

Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Banjir di wilayah Sampangan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah beberapa waktu lalu 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN -- Ratusan warga Kota Pekalongan masih mengungsi karena banjir yang terjadi, sejak Selasa (23/11) lalu.

Data yang diterima Tribun Jateng, Kamis (25/11), sedikitnya 174 jiwa masih mengungsi di lima titik pengungsian. Kelima titik tersebut, yakni aula Kelurahan Degayu, Aula Eks-Kelurahan Kraton Kidul, Musala Al Hikmah RT 05 RW 04 Kelurahan Pasirkratonkramat, TPQ Al-Hikmah Tirto RT 03 RW 08, dan Aula Kecamatan Pekalongan Barat.

Tempat pengungsian aula Eks-Kelurahan Kraton Kidul memiliki jumlah pengungsi paling banyak, yakni 79 orang. Dari jumlah itu terdapat 15 anak-anak dan 12 balita.

Hingga Kamis kemarin, banjir juga masih merendam beberapa kawasan dan ruas jalan di Kota Batik. Kandang Panjang-Masjid Walisongo terendam dengan ketinggian 20 sentimeter, Tirto Gang Kampung Baru RT 03 RW 08 20-60 sentimeter, Perum Gama Permai Gang Sidomulyo 50 sentimeter, Jalan Sutan Syahrir 30-50 sentimeter, dan Clumprit, Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara 30-60 sentimeter

Berdasarkan data dari tim posko siaga bencana BPBD Kota Pekalongan, data pengungsi saat ini berjumlah 164 orang yang tersebar di empat titik tempat pengungsian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Saminta mengatakan, sebagian bensar pengungsi berasal dari kalangan wanita, anak-anak, dan lansia.

Dia menegaskan, kebutuhan logistik dan obat-obatan untuk pengungsi sampai sekarang masih aman.

"Kondisi banjir di Kota Pekalongan di sejumlah titik sudah nampak mulai surut, tapi tidak terlalu signifikan. Penurunan air banjir hanya 5-10 sentimeter," kata Saminta, Rabu (24/11).

Menurutnya, ketinggian air sendiri rata-rata 20-30 sentimeter. Untuk mengurangi ketinggian banjir, kata dia, BPBD akan memaksimalkan pompa-pompa air.

"Banjir kali ini disebabkan karena faktor hujan semalaman yang terjadi, pada Selasa (23/11). Kalau pompa terus dimaksimalkan dan apabila tidak turun hujan mudah-mudahan cepat surut," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved