Breaking News:

Berita Sragen

Enam Fraksi DPRD Sragen Setuju, APBD Sragen 2022 Disahkan

APBD 2022 Kabupaten Sragen, Kamis (25/11), secara resmi disahkan menjadi Perda.

Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani
Ketua DPRD Sragen, Suparno ketika memimpin rapat paripurna di DPRD Sragen, Kamis (25/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 Kabupaten Sragen secara resmi disahkan menjadi Perda. Perda tersebut disahkan dalam rapat paripurna DPRD Sragen, Kamis (25/11/2021).

Rapat paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Sragen, Suparno didampingi wakilnya, Aris Surawan. Serta Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Wakil Bupati Sragen, Suroto.

Sebelum disahkan, enam fraksi di DPRD Sragen menyampaikan pendapat dan persetujuan. Usai rapat paripurna berita acara APBD 2022 tersebut ditandangani Bupati Yuni dan Ketua DPRD, Suparno.

APBD tersebut menyisakan defisit Rp 229,4 miliar dan akan ditutup pembiayaan. Rencana utang Rp 200 miliar yang dimulai di 2022 juga disetujui oleh semua fraksi.

Ditemui usai paripurna, Bupati Yuni mengaku bersyukur akhirnya enam fraksi di DPRD Sragen menyetujui Perda APBD 2022. Setelah disahkan Yuni mengaku tinggal menjalankan.

"Alhamdulillah hari ini di sepakati 6 fraksi di DPRD Kabupaten Sragen. Saatnya nanti kita mulai gas poll untuk melaksanakan semuanya."

"Kami harapkan masukan yang konstruktif dan membangun untuk kita bisa melaksanakan kegiatan di tahun depan ini on time schedule," terang Yuni.

Tidak melupakan, Yuni mengaku akan memperhatikan catatan yang diberikan oleh teman-teman fraksi pada rapat paripurna pada Kamis sore tersebut.

Yuni mengatakan dalam Perda tersebut juga terdapat modal Rp 25 miliar untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Dengan bantuan modal tersebut dirinya berharap BUMD bisa bersaing dan bisa memberikan kontribusi yang baik serta bisa menambah PAD.

"Soal defisit masih tinggi namun semua masih di dataran yang wajar dan normal. Kemarin waktu saya datang ke Indonesia Investment Award Pak Presiden juga mengatakan defisit kita juga sangat tinggi mencapai triliun-an."

"Tapi semua masih bisa jalan. Yang diharapkan daerah untuk segera melakukan kegiatan agar serapan anggaranya tinggi dan kegiatan ekonomi berjalan," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved