Breaking News:

Fokus

Fokus : Terima Kasih, Guru

GURU menjadi sosok yang menjadi perhatian, selain tenaga kesehatan, ketika pandemi Covid-19 menerjang Indonesia, pada awal Maret 2021

Penulis: achiar m permana | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/bram
Achiar Permana wartawan tribun jateng 

Oleh Achiar M Permana

Wartawan Tribun Jateng

GURU menjadi sosok yang menjadi perhatian, selain tenaga kesehatan, ketika pandemi Covid-19 menerjang Indonesia, pada awal Maret 2021.

Terlebih ketika Pemerintah memutuskan untuk hanya memperbolehkan proses pembelajaran online alias dalam jejaring (daring), demi menekan penyebaran corona.

Pada tahun pertama, dunia pendidikan mengalami kekagetan yang luar biasa. Perubahan dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ), dalam “tempo sesingkat-singkatnya”, membuat semua pihak kelabakan.

Baik siswa, orang tua, maupun guru tampak tidak siap menghadapi perubahan yang terjadi serbamendadak itu.

Singkat cerita, pada masa-masa awal PJJ, guru lebih banyak memberikan tugas sebagai ganti pertemuan tatap muka.

Saat itu, belum banyak pertemuan tatap muka dengan bantuan teknologi, seperti Zoom, Google-Meet dan semacamnya. Banyak kendala mengadang, mulai dari keterbatasan gawai, sinyal, hingga penguasaan guru dan siswa atas teknologi.

Dalam banyak kesempatan, banyak orang mengeluh perihal proses pembelajaran yang tidak ideal itu. Percakapan di warung kopi, perbincangan di sela-sela pertemuan warga rukun tetangga (RT), hingga unggahan di media sosial, kadang kala berisi tentang keluhan orang tua yang “sibuk mengerjakan tugas sekolah”.

Saat itulah, guru mendapat sorotan. Tentu saja, sorotan yang wajar, mengingat guru merupakan “faktor penting” dalam proses dan keberhasilan pendidikan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved