Breaking News:

Jadi Kekhawatiran Baru Dunia, Negara-negara Antisipasi Covid-19 Botswana

Kekhawatiran akan munculnya varian baru covid-19 dari Afrika Selatan itupun membuat sejumlah negara bergegas membatasi perjalanan dari Benua Hitam.

Editor: Vito
https://pixabay.com/Alexey_Hulsov
Ilustrasi virus corona di dunia 

TRIBUNJATENG.COM - Virus corona masih terus bermutasi menjadi jenis baru yang memiliki kemampuan menginfeksi lebih masif dari para pendahulunya. Terbaru, covid-19 yang kini tengah menjadi kekhawatiran dunia adalah varian B.1.1.529.

Varian itu pertama kali terdeteksi di Botswana, negara di Afrika bagian Selatan. Para ilmuwan memperingatkan varian baru Covid-19 Botswana itu dapat mendorong gelombang penyakit lebih lanjut.

Melansir The Independent, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut B.1.1.529 ini sebagai varian Nu. Varian yang diturunkan dari garis keturunan B.1.1, mempunyai jumlah mutasi sangat tinggi, dikhawatirkan sangat menular, dan efektif menghindari respons imun tubuh.

Hingga kini setidaknya terdapat 10 kasus di tiga negara yang telah dikonfirmasi. Meski baru 10 kasus, varian ini memicu kekhawatiran, karena sejumlah mutasi dapat membantu virus menghindari kekebalan tubuh melawan covid.

Kekhawatiran akan munculnya varian baru covid-19 dari Afrika Selatan itupun membuat sejumlah negara bergegas membatasi perjalanan dari Benua Hitam.

Di Asia, selain Indonesia, Singapura dan India adalah beberapa yang mengumumkan kontrol perbatasan dan pengujian Covid-19 lebih ketat pada Hari Jumat (26/11).

Dilaporkan DW, Uni Eropa mengatakan pada Jumat (26/11), akan meminta negara-negara anggota untuk menghentikan perjalanan udara dari wilayah Afrika Selatan. Jerman bahkan telah menyatakan Afrika Selatan sebagai 'daerah varian virus'.

Pada Jumat malam, maskapai penerbangan hanya akan diizinkan untuk mengangkut orang Jerman dari negara itu, kata menteri kesehatan Jens Spahn di Twitter. 14 hari karantina akan diberlakukan untuk semua orang, termasuk mereka yang telah divaksinasi, tambah Spahn.

Pengumuman tersebut mengikuti langkah serupa oleh Inggris, Israel, dan Singapura, yang pada hari Jumat memperkenalkan batas perjalanan baru setelah varian baru terdeteksi di Afrika Selatan.

Inggris mengumumkan akan menangguhkan penerbangan dari Afrika Selatan, Namibia, Lesotho, Botswana, Eswatini, dan Zimbabwe dengan segera.

Israel juga akan menghentikan masuknya orang dari negara-negara tersebut, begitu juga dengan Mozambik. Orang Israel yang kembali akan diminta untuk dikarantina.

Sementara itu, Jepang telah mengikuti langkah yang sama, memilih untuk memperketat kontrol perbatasan untuk pelancong dari Afrika Selatan.

Dilansir DW, Jumat (26/11), Institut Nasional untuk Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan mengkonfirmasi bahwa ada 22 kasus yang dikonfirmasi dari varian B.1.1.529. Jumlah itu kemungkinan bisa bertambah.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Joe Phaahla mengumumkan adanya penemuan varian baru virus corona yang terdeteksi pertama kali di Botswana.

"Awalnya terlihat seperti beberapa wabah cluster, tetapi sejak kemarin, indikasi datang dari ilmuwan kami dari Network of Genomic Surveillance (Jaringan Pengawasan Genomik) bahwa mereka sedang mengamati varian baru," ujarnya, sebagaimana dikutip dari CNN, Jumat (26/11). (Tribunnews/Kompas.com)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved