Breaking News:

Berita Sragen

PPKM Level 3 Desember Mendatang, Pemkab Sragen Akan Lakukan Penyekatan Bersama Polres Sragen

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati sampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen bersama Polres Sragen akan melakukan penyekatan pada PPKM

Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Penutupan akses exit tol Pungkruk Sidoharjo Sragen pada PPKM Darurat beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati sampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen bersama Polres Sragen akan melakukan penyekatan pada PPKM Level 3, Desember mendatang.

Penyekatan itu dilakukan seperti yang sudah dilakukan Polres Sragen pada PPKM Level 3 beberapa waktu lalu.

Selain itu, Yuni sapaan akrabnya itu mengatakan Pemkab tidak akan mengadakan perayaan tahun baru.

"Pada saat nanti libur nataru (natal dan tahun baru), bersama dengan teman-teman Polres mungkin kita akan melakukan beberapa penyekatan.

Barangkali seperti yang kita lakukan kemarin di level 3, kita akan berlakukan seperti itu," kata Yuni.

Pucuk pimpinan Sragen itu memastikan pihaknya tidak akan menyelenggarakan kegiatan pada saat akhir tahun seperti beberapa waktu yang lalu sebelum Pandemi Covid-19.

Dirinya juga mewanti-wanti semua Camat dan Muspika untuk bersiaga menyisir kegiatan-kegiatan masyarakat yang ada di daerah.

Sehingga diharapkan pengetatan tidak hanya di Kabupaten tapi sampai ditingkatan Desa pula.

Lampu di Alun-alun Sasono Langen Putro, Sragen juga dimungkinkan akan dimatikan guna mengurangi keramaian atau berkumpulnya masyarakat.

"Pak Luhut kemarin pada saat memberikan diskusi kepada kepala daerah, beliau mengatakan Indonesia sebenarnya sekarang saat ini di mata dunia sudah di level 1 dibandingkan di negara lain," katanya.

Kondisi yang sudah baik ini, dikatakan Yuni membuat seluruh kepala daerah waspada dan siaga.

Sehingga antisipasi gelombang ketiga di akhir tahun yang banyak diprediksi tidak terjadi.

Penekanan dalam hal lain dikatakan Yuni dari tidak adanya libur nataru bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini diyakini dapat mengurangi mobilitas para ASN ke luar kota.

Sementara untuk obyek wisata, Yuni mengaku akan menutup ketika libur nataru.

Hak ini tentu mengurangi kerumunan massa, pihaknya baru akan membuka setelah tahun baru. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved