Breaking News:

Berita Wonosobo

Sepi Job karena Pandemi, TS Jualan Obat Terlarang ke Warga Wonosobo

Polres Wonosobo ungkap kasus peredaran obat terlarang dan menangkap sejumlah pelaku. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Ist/Humas Polres Wonosobo
Konferensi pers kasus peredaran obat terlarang oleh Polres Wonosobo, Kamis (24/11/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Polres Wonosobo mengungkap kasus peredaran obat terlarang hingga menangkap sejumlah pelaku. 

Jumat (1/10/2021),  di sebuah tempat kos Kelurahan Jaraksari Kecamatan Wonosobo, polisi berhasil menangkap  TS, warga Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan.

Dari hasil penggeledahan itu, polisi menemukan  sebungkus rokok berisi 100 butir obat bulat warna putih dengan logo Y, serta sebungkus rokok berisi 70 butir obat bulat warna putih dengan logo Y (Kandungan Trihexyphenidyl), 

Setelah dicek di Laboratorium forensik Semarang, obat logo Y tersebut ternyata ada kandungan Trihexyphenidyl yang termasuk obat daftar G/keras. 

Tersangka mengaku memperoleh 170 butir obat tersebut dari DY di daerah Weleri  Kabupaten Kendal. 

Awalnya, (25/9/2021) lalu, ia membeli obat dengan kandungan Trihexyphenidyl itu sejumlah 800 butir seharga RP 1,2 juta. 

Ia mengemas lagi ratusan butir obat itu dengan bungkus plastik klip untuk dijual kembali secara eceran. 

"Sebungkus plastik klip berisi 10  butir dihargai Rp 30 ribu, " kata Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Mochamad Zazid, Kamis (25/11/2021) 

Tersangka berhasil menjual 200 butir kepada HN seharga Rp 600 ribu, serta  200 butir dijual kepada FZ seharga sama. 

Ia juga menjual 100 butir ke ALF dengan harga Rp 300 ribu. Sisanya, 130 butir ia konsumsi sendiri. 

Keterangan tersangka, ia nekat berjualan obat keras /daftar G jenis Trihexypenidyl karena selama  pandemi Covid-19, pekerjaan yang ditekuninya selama ini, yakni pemasangan properti rumah berhenti total. 

"Sehingga untuk mencukupi kebutuhan keluarga tersangka mencari jalan pintas, " katanya

Tersangka kini harus memertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum.

Ia dijerat pasal 197 Subsider 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana 15 tahun penjara denda Rp1,5 miliar.

HN dan ALF, warga Kabupaten Wonosobo yang kedapatan menguasai obat terlarang itu juga menjadi tersangka dalam perkara ini dan dijerat dengan pasal sama. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved