Breaking News:

Berita Semarang

Vaksin Jhonson & Jhonson Mulai Diberikan Kepada Masyarakat di Semarang

Selain Jhonson & Jhonson, jenis vaksin Sinovac, Astrazeneca, Pfizer, dan Moderna juga masih tersedia

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Vaksinasi di Kota Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Vaksin Jhonson & Jhonson mulai diberikan kepada masyarakat di Kota Semarang. Dinas Kesehatan Kota Semarang membuka layanan vaksin Johnson & Jhonson di BKIP Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, alokasi vaksin Jhonson & Jhonson berada di provinsi sehingga dilakukan di faskes milik provinsi.

Namun demikian, pendaftaran dibuka secara online yakni mengambil e-kupon pendaftaran di victori.semarangkota.go.id/info. Vaksin ini berlaku untuk masyarakat khusus domisili Jawa Tengah.

"Jhonson & Jhonson yang dapat teman-teman provinsi jadi vaksinasi di faskes mereka. Ada juga yang kemarin dibawa ke Tentrem Mall," jelas Hakam, Jumat (26/11/2021).

Dia menjelaskan, vaksin Jhonson & Jhonson hanya diberikan satu kali suntikan.

Secara teori, efikasi vaksin ini lebih tinggi dibanding jenis vaksin lainnya.

Namun demikian pihaknya belum bisa memastikan hal itu lantaran ini baru pertama dilakukan di Semarang. 

Hakam terus mendorong masyarakat yang belum vaksin agar segera vaksinasi untuk mengantisipasi terjadinya gelombang ketiga. Ada berbagai jenis vaksin yang diberikan.

Selain Jhonson & Jhonson, jenis vaksin Sinovac, Astrazeneca, Pfizer, dan Moderna juga masih tersedia.

Masyarakat bisa melihat kuota  vaksinasi dan mendaftar di laman victori yang dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang.

"Kami menggenjot daerah-daerah yang serapan paling rendah, vaksinasi di Tugu dan Mijen," ucapnya.

Hakam mendorong setiap puskesmas mengejar cakupan vaksinasi di kelurahan yang masih di bawah 70 persen. Dia meminta puskesmas bisa mengajak tokoh masyarakat setempat terlebih dahulu.

"Ajak kyai, pendeta, tokoh masyarakat. Mereka dipahamkan dulu supaya mau dilakukan vaksinasi. Setelah itu, datang dengan tim. Harapannya tidak ada penolakan. Kemarin saya di Tugu, masih ada yang takut, ada juga yang merasa pede bahwa Covid-19 sudah hilang. Ini kami masih edukasi kepada masyarakat," terangnya. (eyf) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved