Breaking News:

HYarga Bawang

Harga dan Stok Bawang di Jateng Jelang Natal dan Pergantian Tahun

Bawang putih dan merah menjadi satu di antara komoditas pangan strategis yang jadi pantauan Dinas Ketahan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jateng.

Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
budi susanto
Seorang pembeli tengah memilah bawang di kios Raja Bawang milik Ahmad yang ada di Jalan Menoreh Kota Semarang, Sabtu (27/11/2021). 

TRIBUMJATENG.COM, SEMARANG - Bawang putih dan merah menjadi satu di antara komoditas pangan strategis yang jadi pantauan Dinas Ketahan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jateng.

Dari pantuan Dishanpan, komoditas bawang merah dan putih jelang Natal dan pergantian tahun mengalami pergerakan harga.

Di tingkat konsumen harga bawang merah mengalami penurunan mencapai minus 6,2 persen atau setara Rp 1,2 ribu perkilogram.

Di mana harga yang dicatat oleh Dishanpan pada 22 November Rp 20 ribu lebih perkilogram kini menjadi Rp Rp 19 ribu lebih.

Sementara harga bawang putih di tingkat konsumen mengalami kenaikan 0,4 persen atau Rp 84, dari harga Rp 23,766.

Meski pergerakan harga tak signifikan, namun ditingkat pedagang, pergerakan harga tersebut dirasa sangat berdampak.

Selain adanya panen raya khususnya bawang merah di beberapa daerah di Jateng, semakin minimnya pasokan bawang putih impor juga dikeluhkan oleh para pedagang.

Di kios Raja Bawang yang ada di Jalan Menoreh Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang misalnya.

Fluktuatifnya harga dan ketersediaan bawang membuat Ahmad sang pemilik harus memutar otak.

Murahnya turunnya bawang merah, dan peningkatan harga bawang putih, membuatnya mengotak-atik patokan harga untuk konsumen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved