Berita Semarang
Kantor Imigrasi Semarang Mantapkan Tim Menuju Zona Integritas WBBM
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang terus memantapkan tim perubahannya dalam membangun zona integritas menuju wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM
Penulis: m zaenal arifin | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang terus memantapkan tim perubahannya dalam membangun zona integritas menuju wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM).
Upaya tersebut dilakukan dengan digelarnya penguatan zona integritas dari Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah dan diikuti seluruh pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang di Hotel Patra Jasa Semarang, kemarin.
"Kegiatan penguatan ini dalam rangka menuju WBBM. Saat ini Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang layak diusulkan untuk dinilai dan verifikasi lapangan oleh tim penilai nasional (TPN) dari Kemenpan-RB," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang, Doni Alfisyahrin.
Doni menuturkan, Kantor Imigrasi Semarang telah menyandang predikat zona integritas Wilayah Bersih dari Korupsi (WBK) pada 2020 lalu. Dalam kurun waktu satu tahun, pihaknya bersama jajaran terus menyiapkan diri untuk meraih predikat WBBM.
Upayanya tersebut dilakukan dengan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Yaitu dengan menciptakan berbagai inovasi yang dapat dirasakan manfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Selain itu, memberikan pelayanan tanpa diskriminasi.
"Langkah-langkah yang kami lakukan itu bertujuan untuk memberikan pelayanan yang prima, menghilangkan praktik KKN, percaloan, di lingkungan kantor. Sehingga apa yang menjadi target dari penilaian tersebut, kantor kami memenuhi memenuhi indikator sebagai Satker yang memiliki zona integritas yang baik," tuturnya.
Berbagai inovasi yang ada, paparnya, di antaranya Si Semar Layak, Si Semar SIB, Si Semar Serloc, Si Semar Paten, Si Semar Poin, Si Semar Terpesona, Si Semar Tugu, Si Semar Centil. Ditambah dua inovasi baru saat pemberlakuan PPKM di masa pandemi Covid-19 yaitu Si Semar Sigap dan Si Semar Boxing.
"Itulah inovasi yang menjadi andalan kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik," jelasnya.
Adanya penguatan zona integritas yang dilakukan, dimaksudkan untuk kembali mengingatkan jajarannya untuk tetap konsisten memberikan pelayanan yang baik. Sehingga diharapkan tujuan untuk meraih predikat WBBM bisa tercapai.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Tengah, A. Yuspahruddin mengatakan, ada 35 unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Kemenkumham Jawa Tengah yang diusulkan ke tim penilai nasional pada tahun ini.
Dari jumlah itu, 29 UPT diusulkan untuk meraih predikat WBK dan 6 UPT diusulkan untuk predikat WBBM. Satu di antaranya yaitu kantor Imigrasi Semarang.
"Ada satu UPT kami yang sudah meraih WBBM yaitu Lapas Perempuan Semarang. Mudah-mudahan Kantor Imigrasi Semarang bisa berhasil meraih WBBM pada tahun ini sehingga menjadi legacy bagi kepala Kanim sebelum ke tempat baru," ucapnya.
Yuspahruddin menyampaikan, sebenarnya hanya ada dua hal yang harus dilakukan guna meraih predikat WBK dan WBBM. Yaitu penguatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tidak ada lagi KKN.
"Itu kan tugas dan fungsinya ASN yaitu memberikan pelayanan kepada publik. Nah itu, tusinya," tegasnya. (Nal)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-kaumham-jateng-a-yuspahruddin-membuka-kegrin.jpg)