Breaking News:

Berita Jateng

Sektor Properti Mulai Bangkit Pasca Pandemi, Bancar Regency Gelar Akad Kredit Massal

Sektor properti mulai bangkit kembali setelah pandemi melandai. Tanda-tanda kebangkitan itu dialami PT Bancar Miwa Anggabaya

Editor: rival al manaf
Dokumen Pribadi
Para pimpinan perusahaan PT Bancar Miwa Anggabaya berfoto bersama sebelum melakukan akad kredit massal 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sektor properti mulai bangkit kembali setelah pandemi melandai.

Tanda-tanda kebangkitan itu dialami PT Bancar Miwa Anggabaya, salah satu pengembang perumahan di Jawa Tengah.

Pada Kamis (25/11/2021) lalu mereka bahkan menggelar akad massal di Perumahan Bancar Regency, Kalibeji Kabupaten Semarang.

Baca juga: Sektor Properti Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi, FLPP bakal Biayai 200 Ribu Unit di 2022

Baca juga: BNI Gelar Akad Kredit Massal 4.675 Debitur KPR Sejahtera FLPP

Sebanyak tujuh orang melangsungkan akad massal KPR BP2BT.

Project Manajer PT Bancar Miwa Anggabaya, Dony Saputra menjelaskan, akad massal dan serah terima ini bisa menjadi pertanda baik kebangkitan sektor properti.

"Semenjak kasus Covid-19 meningkat kemarin memang untuk perumahan sektor komersil turun peminatnya bisa hingga 50 persen," terang Dony.

Namun, kini perlahan daya beli masyarakat mulai meningkat.

Hal itu juga tidak bisa lepas dari upaya yang mereka tempuh ketika pandemi masih terjadi.

"Kami berusaha jemput bola, datang ke kawasan Industri, Rumah Sakit menjalin kerjasama dan menawarkan paket perumahan kepada karyawan-karyawan mereka," imbuh Dony.

Hasilnya kini sudah mulai dipetik stok rumah subsidi di Bancar Regency kini sudah habis terjual, tinggal beberapa rumah non subsidi.

Baca juga: 157.500 Unit Rumah FLPP bakal Tersedia di 2021

Baca juga: BTN Dapat Tambahan Kuota FLPP

Baca juga: REI Jateng Minta Tambahan Kouta FLPP, Proyeksikan 262 Ribu Rumah Bersubsidi Tahun Ini

"Namun jangan khawatir, karena PT Bancar Miwa Anggabaya akan membuka perumahan baru berekspansi di kawasan Tambakboyo, Ambarawa," terangnya.

Di project baru yang masih di sekitar Kabupaten Semarang itu rencananya akan dibangun 160 unit rumah di mana 70 persennya merupakan rumah subsidi.

"Kami menawarkan beberapa keunggulan dibanding kompetitor, seperti DP 0 persen, lokasi strategis dan desain arsitektur ala Jepang," pungkas Dony. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved