Breaking News:

Berita Batang

Prihatin Kasus Tinggi, PCNU Batang Kampanyekan Anti Kekerasan Seksual

Kekerasan seksual semakin marak terjadi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Batang. Bahkan korbannya banyak perempuan di bawah umur.

Penulis: dina indriani | Editor: moh anhar
Dokumentasi Diskominfo Batang
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang menggelar seminar kampanye anti kekerasan seksual yang diselenggarakan secara virtual di Ruang Panitia Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Batang, Sabtu (27/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Melihat kasus kekerasan kepada perempuan di bawah umur di Kabupaten Batang cukup tinggi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Batang menggelar seminar kampanye anti kekerasan seksual yang diselenggarakan secara virtual di Ruang Panitia Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Batang, Sabtu (27/11/2021).

Ketua PCNU Kabupaten Batang sekaligus Kepala Disdikbud Kabupaten Batang Achmad Taufiq mengatakan, kekerasan seksual semakin marak terjadi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Batang.

Bahkan korbannya banyak perempuan di bawah umur.

“Beberapa bulan yang lalu sedang menjenguk keluarga di Rumah Sakit, saya melihat siswi MTS sedang diperiksa fisum dokter, karena dibawa sama pacarnya kerumah dan kebetulan orang tuanya tidak berada ditempat pada akhirnya berhubungan suami istri keduanya,” terangnya.

Baca juga: Kantor Dinilai Kurang Layak, Direktur PDAM Tirta Kajen Bilang Perlu Ada Tambahan Gedung Baru 

Baca juga: Jenazah Budi Terkapar Masih Pegang Selang, Punggung Gosong dekat Garasi Mobil Terbakar

Lebih lanjut, sda beberapa kasus lagi yang korbannya perempuan dibawah umur bahkan ada yang masih kelas 3 Sekolah Dasar.

Dijelaskannya, kondisi seperti ini sangat memprihatinkan makanya sehingga harus disampaikan jika ada di forum wali murid, pertemuan komite, dan pertemuan kepala sekolah agar sosialisasi anti kekerasan seksual bisa dipahami dan diantisipasi.

“Maksud kami menyampaikan begitu agar terhentak hatinya supaya lebih serius menangani dan memperhatikan kondisi sosial kemasyarakatan. 

Jadi bagi para orang tua yang berada dirumah atau sibuk bekerja jangan berkomunikasi dengan anaknya cukup beberapa jam sekali agar ada mau bercerita jika ada hal-hal yang negatif yang menimpa padanya,” jelasnya.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Batang Maulana Yusuf mengatakan kekerasan seksual kepada perempuan atau bahkan anak di bawah umur harus mendapatkan perhatian khusus karena hal itu akan berdampak pada masa depan.

“Tujuan pertemuan seminar ini harus ada tindaklanjut yang kongkret dalam langkah kita yang ditunggu oleh masyarakat Kabupaten Batang terhadap anti kekerasan seksual dan sekaligus ini menunjukan bahwa kader-kader NU sangat peka adanya isu kekerasan seksual yang memang sangat relevan terjadi di negara kita,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah perkara kekerasan seksual dari data di Kabupaten Batang untuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada tahun 2020 ada 3 kasus dan pada tahun 2021 ada 1 kasus.

Baca juga: Film “Krenteg” Produksi Sienas Tegal Akan Jadi Pembuka Festival Family Sunday Movie (FSM) 

Baca juga: Seribuan Rumah Warga Kendal Sudah Tergenang Air, Pendirian Dapur Umum Baru Dibahas

Sedangkan untuk perlindungan anak pada tahun 2020 ada 21 kasus dan pada tahun 2021 ada 14 kasus.

"Saya kira angka ini cukup banyak bahkan rata-rata korbannya perempuan dibawah umur, saya minta terhadap penyelenggara acara untuk dibuat rumusan tindaklanjut agar pertemuan ini tidak hanya sekedar ceremonial saja tapi ada hasil yang positif untuk menangani kekerasan seksual di Kabupaten Batang,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved