Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Virus Corona

46 Ahli Waris PNS Sragen Meninggal Sakit Corona Terima Tali Asih HUT Korpri

Sebanyak 46 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sragen meninggal dunia akibat terkonfirmasi Covid-19.

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebanyak 46 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Sragen meninggal dunia akibat terkonfirmasi Covid-19.

Para keluarga ASN yang meninggal mendapatkan santunan pada momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 Korpri.

Santunan tersebut diberikan secara simbolis oleh Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, usai memimpin upacara peringatan HUT ke-50 Korpri di alun-alun Sasono Langen Putro, Senin (29/11/2021).

Tidak hanya memperingati HUT ke-50 Korpri, upacara yang diikuti puluhan ASN dan guru itu juga sekaligus memperingati HUT ke-76 PGRI.

Upacara dilanjutkan pemotongan dua tumpeng sebagai tanda peringatan keduanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatah Prabawanto sekaligus Ketua Korpri Sragen mengatakan total ASN yang meninggal akibat terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 46 orang.

Sebanyak 21 orang diantaranya ialah ASN sementara sisanya 25 orang adalah seorang guru.

Sekda mengatakan semua mendapatkan santunan berupa uang, sebagai bentuk kepedulian Korpri terhadap anggotanya.

Sementara itu Bupati Yuni mengatakan santunan tersebut diberikan secara simbolis kepada perwakilan keluarga korban.

Dirinya berharap bantuan itu bisa membantu dan meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Pada kesempatannya, Yuni juga mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah yang telah memprioritaskan pemberian vaksin bagi para guru, siswa hingga mahasiswa.

"Melalui momen ini kita semua pantas menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah yang memprioritaskan pemberian vaksin bagi para guru pendidik, tenaga kependidikan, siswa dan mahasiswa," katanya.

Menurutnya, prioritas pemberian dari pusat ini sebagai bentuk perhatian pemerintah tentang pentingnya sektor pendidikan.

Selain itu satu hal yang menjadi pembelajaran penting adalah peran guru tidak dapat digantikan oleh teknologi.

"Anak didik tetap membutuhkan guru sebagai figur suri tauladan, belajar dan pemberi semangat bagi anak didik untuk terus belajar meraih mimpi dan masa depan," katanya.

Sesuai upacara, Bupati, Wakil Bupati, Suroto serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkunjung ke Taman Makam Pahlawan Hastana Manggala Negara untuk berdoa dan tabur bunga. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved