Breaking News:

Guru Berkarya

Menanamkan Minat Kewirausahaan Siswa Sejak Dini

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat siswa untuk berwirausaha: kemauan, ketertarikan, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Sustiningsih SPd, Guru SMPN 1 Watukumpul Pemalang 

Oleh: Sustiningsih SPd, Guru SMPN 1 Watukumpul Pemalang

SALAH satu upaya mewujudkan pendidikan di sekolah telah dikembangkan dan dilaksanakan pelajaran kewirausahaan. Pendidikan kewirausahaan (entrepreneurship) akan mampu menghasilkan dampak nasional yang besar apabila dimulai sejak dini. Mata Pelajaran IPS bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa agar peka terhadap masalah sosial yang terjadi di masyarakat, memiliki sikap mental positif terhadap perbaikan segala ketimpangan yang tejadi, dan terampil mengatasi setiap masalah yang terjadi sehari-hari baik yang menimpa dirinya sendiri maupun yang menimpa kehidupan masyarakat (Sumaatmaja 1980:20).

Pada Penguatan Pendidikan Karakter diajarkan makna berkarakter percaya diri. Manfaat bersikap percaya diri diantaranya adalah tidak bergantung pada orang lain, memiliki sikap mandiri, memiliki keberanian, mengerjakan tugas dengan baik, dan tidak mudah ragu-ragu serta bersikap jujur (Lestari Ning Purwanti, M.Pd 2002:34-35). Sikap percaya diri sangat dibutuhkan dalam kewirausahaan, seperti yang telah diterapkan kepada siswa SMP Negeri 1 Watukumpul kelas VII pada materi Peran Kewirausahaan dalam Membangun Ekonomi Indonesia.

Pengertian kewirausahaan: Pertama, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, berbeda dari yang lain, atau mampu menciptakan sesuatu yang sudah ada sebelumnya (Muhammad Anwar 2014:3).  Kedua, kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha, dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya atau kiprahnya (Hendro, 2011:29). Ketiga, kewirausahaan merupakan kemampuan dalam bertindak kreatif yang dijadikan dasar dan kiat dalam rangka untuk menciptakan nilai tambah suatu barang atau nilai jual yang dilaksanakan dengan keberanian untuk menghadapi segala resiko. (M. Ihsan Fauzi, S.Si, 2008:30).

Perlunya pendidikan kewirausahaan: Pertama, untuk mengembangkan, memupuk dan membina bakat pengusaha. Kedua, untuk memberikan kesempatan kepada setiap manusia supaya sedapat mungkin dan menumbuhkan kepribadian wirausaha. Ketiga, menjadi manusia berwatak dan unggul, memberikan kemampuan untuk membersihkan sikap mental negatif, meningkatkan daya saing dan daya juang. Empat, untuk menumbuhkan cara berpikir yang rasional dan produktif dalam memanfaatkan waktu dan modal (R. Djatmiko Danuhadimedjo, 1998:77).

Siswa belajar kewirausahaan dengan membuat salah satu keterampilan. Siswa dibebaskan memilih jenis keterampilan yang disukai. Ada yang membuat keripik singkong, keripik pisang, keripik tempe, stik kentang, hiasan kerajinan ukiran kayu, hiasan kerajinan dari bambu, asbak, pas bunga, bunga, boneka dan lain-lain. Dalam pengerjaannya siswa dikerjakan di rumah masing-masing secara individu. Agar dapat dipercaya siswa dalam proses pembuatan keterampilan tersebut direkam video. Jadi yang dikumpulkan kepada guru hasil rekaman video dan hasil keterampilan tersebut. Setelah dinilai oleh guru hasil keterampilan siswa tersebut dikembalikan kepada siswa. Kemudian siswa dipersilahkan untuk menjual kepada teman-teman mereka. Jadi siswa tidak hanya belajar memproduksi barang tetapi juga mampu menjual hasil produksinya.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat siswa untuk berwirausaha: kemauan, ketertarikan, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Keterampilan yang perlu diajarkan kepada siswa yaitu ketahanan, inovasi, kreativitas, kerja keras, dan rasa ingin tahu.

Dengan menanamkan minat kewirausahaan agar siswa dapat mengembangkan diri dengan gagasan kreatif. Gagasan kreatif para pelaku ekonomi muncul suatu ide inovatif yang akhirnya dapat menjadi pendorong dalam meningkatkan kegiatan ekonomi. Selain itu agar siswa memiliki karakter wirausaha sebagai orang yang percaya diri, berorientasi tugas dan hasil, berani mengambil resiko, berjiwa kepemimpinan, berorientasi kedepan, dan menghasilkan karya keorisinalan. Siswa dapat menunjukkan kemampuan kemandirian itu, kelak dapat membuka lapangan kerja sendiri atau juga dapat membuka lapangan kerja bagi orang lain. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved