Breaking News:

Guru Berkarya

Menerapkan VAK dalam Penyampaian Pembelajaran IPA tentang Perpindahan Kalor

Pemanfaatan model pembelajaran VAK sudah tepat diterapkan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas tujuh tentang Kalor dan Perpindahnya

Editor: abduh imanulhaq
IST
Yoyok Heru Setiyanto SSi, Guru SMPN 2 Karanggede Kabupaten Boyolali 

Oleh: Yoyok Heru Setiyanto SSi, Guru SMPN 2 Karanggede Kabupaten Boyolali

PROSES pembelajaran di kelas yang disajikan oleh guru akan berdampak terhadap pemahaman materi pembelajaran. Pemahaman peserta didik terhadap materi pembelajaran sangat dipengaruhi oleh penggunaan model pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran yang tepat akan menyebabkan tingginya minat, motivasi dan hasil belajar peserta didik. Sebaliknya ketika guru memanfaatkan model pembelajaran yang konvensional dan usang serta tidak tepat, akan memperburuk proses pembelajaran dan dapat mengakibatkan rendahnya minat dan hasil belajar yang diharapkan. Proses pembelajaran sebaiknya berbasis kebersamaan peserta didik dan keterlibatan peserta didik secara maksimal. Fungsi guru sudah saatnya berubah dari seorang manajer dalam kelas dan center of learning menjadi mediator dan fasilitator. Pembelajaran kooperatif akan menstimulan peserta didik untuk berkembang cara berfikirnya dan tanggung jawabnya seperti yang dilaksanakan di SMP N 2 Karanggede Kabupaten Boyolali.

Riyanto (2010: 267) mengatakan hakikat pembelajaran kooperatif adalah metode pembelajaran yang dirancang untuk melatih kecakapan akademis (Academic Skills), keterampilan sosial (Social Skill) dan keterampilan personal (Interpersonal skill). Slavin mengungkapkan yang dikutip oleh Isjoni (2011:15) bahwa cooperative learning atau pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana sistem belajar dan bekerja kelompok-kelompok kecil berjumlah 4-6 orang secara kolaboratif sehingga dapat merangsang peserta didik lebih bergairah dalam belajar. Salah satu model pembelajaran yang menggunakan asas pembelajaran kooperatif dan mengutamakan diskusi adalah VAK (Visualization,Auditory, Kinestethic).

Sugiyanto (2009: 101) mengungkapkan bahwa peserta didik memiliki kecenderungan atau gaya belajar yang berbeda, yaitu melalui tiga modalitas visual, audio, dan gerak yang dimiliki oleh setiap manusia. Ketiga modal tersebut akan dapat mempengaruhi terserapnya semua informasi yang didapatnya. Dalam model pembelajaran VAK ini, guru akan memberikan motivasi untuk membangkitkan minat peserta didik terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan. Kemudian guru mengarahkan peserta didik untuk menemukan materi secara mandiri dan relevan dengan materi sebagai pengetahuan. Setelah itu guru membantu peserta didik dalam menerapkan dan memperluas pengetahuan yang mereka peroleh pada kegiatan belajar mengajar.

Pemanfaatan model pembelajaran VAK sudah sangat tepat diterapkan pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas tujuh materi tentang Kalor dan Perpindahannya. Materi ini sangat tepat, karena dapat memanfaatkan media Visual berupa video, disertai audionya dan gerak kerja. Peserta didik mengamati dan menganalisa kalor dan perpindahannya. Model pembelajaan VAK dimulai Visualization berupa warna, dan gambar. Pembelajaran memanfaatkan indra mata melalui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, menggunakan media dan alat peraga. Kemudian Auditori, yang dimaksud disini adalah belajar dengan cara mendengar. Peserta didik yang bertipe auditory mengandalkan kesuksesan belajarnya melalui pendengaran. Peserta didik dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendah suara), kecepatan berbicara dan hal-hal auditory lainnya. Kinestetik yang dimaksud disini adalah belajar dengan cara bergerak, bekerja, menyentuh dan melakukan sesuatu. Peserta didik yang bergaya belajar kinestetik cenderung mudah menyerap dan mengolah informasi melalui sentuhan dan gerakan tubuh.

Perpaduan kelebihan yang dimiliki masing-masing peserta didik dalam diskusi kelompok dapat meningkatkan proses pembelajaran, pemahaman peserta didik terhadap materi dan hasil belajar yang maksimal. Penulis merasakan terdapat peningkatan yang signifikan terhadap minat, dan motivasinya. Pembelajaran IPA dengan model VAK di SMPN 2 Karanggede Kabupaten Boyolali kelas tujuh ternyata sangat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar peserta didik. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved