Kopassus vs Brimob di Papua
Perkara Harga Rokok Bisa Jadi 'Perang' Kopassus dan Brimob, Pentolan TNI Polri Harus Evaluasi
Komisi 3 DPR meminta TNI dan Polri cari solusi dan evaluasi kasus bentrokan Kopassus dan Brimob.
TRIBUNJATENG.COM - Komisi 3 DPR meminta TNI dan Polri cari solusi dan evaluasi kasus bentrokan Kopassus dan Brimob.
Mengapa sering terjadi gesekan?
Anggota Komisi III DPR Arsul Sani Panglima TNI dan Kapolri cari jalan keluar.
Rekomendasi ini disampaikan menyikapi kasus bentrokan Kopassus vs Brimob di Papua, kemarin.
Hal sepele gara-gara harga rokok saja bisa jadi 'perang'.
"Kami di Komisi III meminta agar Panglima TNI dan Kapolri melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kasus-kasus konflik fisik antara personil TNI dan Polri yang terjadi tersebut," kata Arsul, Senin (29/11/2021).
Evaluasi tersebut paling tidak mesti mencakup pemetaan penyebab bentrokan-bentrokan.
Sebagai contoh, apakah bentrokan tersebut timbul semata-mata karena alasan personal atau antarkelompok?
Atau ada alasan lain seperti masalah kesejahteraan?
"Selanjutnya dari evaluasi tersebut masyarakat tentu ingin mendengar bagaimana langkah-langkah antisipasi ke depannya, serta ketegasan sanksi yang perlu disosialisasikan kepada seluruh personel TNI dan Polri," ujar Arsul.
Dia yakin, ada titik- titik permasalahan yang sama.
"Nah titik-titik taut ini yang memerlukan pemecahan seksama untuk mencegah bentrokan di masa yang akan datang," kata dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kopassus-tni-ad_20180405_080022.jpg)