Breaking News:

Berita Karanganyar

Bea Cukai Solo Memusnahkan Sejumlah Barang Ilegal, Ada yang Dibakar dan Dilindas Stoom Walls

Bea Cukai Solo bersama Forkompinda Sukoharjo melakukan pemusnahan barang-barang diantaranya berupa rokok dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA).

Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar
Dokumentasi Bea Cukai Solo
Pihak Bea Cukai Solo dan Forkompinda Sukoharjo melakukan pemusnahan barang milik negara dengan cara dibakar di halaman Setda Sukoharjo, Selasa (30/11/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Bea Cukai Solo bersama Forkompinda Sukoharjo melakukan pemusnahan barang milik negara (BMN) hasil penegakan periode 2020 hingga 2021 sebanyak 628 kali di Halaman Kantor Setda Kabupaten Sukoharjo, Selasa (30/11/2021).

Barang-barang tersebut berupa rokok dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) atau miras yang tidak memenuhi peraturan perundangan di bidang cukai, serta barang impor melalui Kantor Pos Lalu Bea Solo yang melanggar ketentuan larangan dan pembatasan (lartas).

Pemusnahan BMN tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara dan izin dari Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Solo selaku pengelola BMN.

Baca juga: Kisah Ipda Axel, Polisi yang Sukses Kuliah di Inggris: Di Kampus Dosen Selalu Tertarik Padanya

Baca juga: Tingkah Unik Siswa SD Sragen Pakai Masker Buat Tutupi Mata Suntik Campak

Proses pemusnahan barang-barang tersebut dilakukan dengan cara dibakar dan dengan cara dilindas dengan stoom walls sehingga tidak dapat dipergunakan atau sudah tidak memiliki nilai ekonomis.

“Hasil dari kegiatan pemusnahan ini tidak lepas dari hasil sinergi antara Bea Cukai Surakarta dengan Satpol PP, Kejaksaan, Polri, TNI, dan para aparat penegak hukum lainnya dalam melakukan penindakan," kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Solo, Budi Santoso dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com.

Dia merinci, barang yang dimusnahkan antara lain berupa Barang Kena Cukai (BKC) ilegal berupa rokok dengan total perkiraan nilai barang sebesar Rp 1,847 miliar dan potensi kerugian negara kurang lebih Rp 1,214 miliar.

Sedangkan untuk barang impor yang tidak dipenuhi ketentuan lartas, total perkiraan nilai barangnya sebesar Rp 37,886 juta.

Adapun modus pelanggaran yang dilakukan antara lain rokok yang tidak dilekati pita cukai sesuai dengan ketentuan.

Sedangkan untuk barang kiriman melalui Kantor Pos Lalu Bea barang yang tidak memenuhi ketentuan larangan dan pembatasan terhadap barang impor.

Baca juga: Ujaran Kebencian Mulai Muncul Menjelang Pilkades Serentak di Banyumas

Baca juga: Sebulan Lalu Diramal akan Meninggal, Ameer Azzikra Siapkan Semua, Aset Dialihkan atas Nama Istri

Beberapa barang yang dimusnahkan oleh pihak Bea Cukai Solo meliputi rokok ilegal sejumlah kurang lebih 1,800 juta batang, 1,200 botol miras ilegal, 28 botol cairan vape, serta barang impor berupa benih tanaman, sex toys, obat, kondom, fishing lures, makanan, pakaian, kosmetik, part senjata, peredam senapan dan handphone batangan yang tidak memenuhi ketentuan lartas.

“Tujuan dari kegiatan pemusnahan Barang Kena Cukai ilegal adalah mengamankan penerimaan negara, mengendalikan konsumsinya, dan menciptakan iklim usaha atau kompetisi usaha Barang Kena Cukai yang sehat. Sedangkan barang-barang yang diimpor dengan tidak memenuhi ketentuan dari Kementerian terkait juga dimusnahkan sesuai peraturan yang berlaku," terang Kepala Kantor Wilayah bea Cukai Jateng dan DIY, Muhamad Purwanto. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved