Breaking News:

Kopassus vs Brimob di Papua

Dugaan Kompolnas Polisi Jualan Rokok Gajinya Masih Rp 1,6 Juta, Jadi Pemicu Kopassus vs Brimob Papua

Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas menyoroti gaji polisi yang jualan rokok ribut dengan Kopassus.

dok. Kompolnas
Kompolnas Poengky Indarti. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas menyoroti gaji polisi yang jualan rokok bikin pemicu keributan dengan Kopassus.

Hal itu menandakan adanya kesejahteraan anggota Polri yang masih rendah.

Sebagai informasi, besaran gaji anggota Polri diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Beleid PP Nomor 17/2019 itu disebutkan, gaji terendah anggota polisi adalah Rp1,6 juta untuk pangkat Bhayangkara Dua dengan masa kerja 0 tahun.

Sementara itu, jajaran Bintara gaji terendah yang diterima berpangkat Brigadir Polisi Dua dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp2,1 juta.

Baca juga: Orang-orang dalam Video Bentrokan Kopassus vs Brimob Papua Bersalaman Bukti Damai

Sejumlah personel Sat Brimob Polda Jateng menghadiri apel gelar pasukan jelang kampanye terbuka Pemilu 2019 di lapangan parkir Stadion Manahan, Kota Surakarta, Rabu (20/3/2019) pagi.
Ilustrasi brimob. (daniel ari purnomo)

Poengky Indarti selaku Komisioner Kompolnas menduga polisi yang jualan rokok masih berusia muda.

Dengan kata lain, mereka masih berpangkat Bhayangkara Dua sampai Bintara.

"Iya, rendah memang belum memenuhi kesejahteraan," kata Poengky saat dikonfirmasi, Selasa (30/11/2021).

Sejatinya anggota Polri tidak masalah berjualan demi pemasukan tambahan.

Tetapi berjualan itu tidak boleh saat bertugas.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved