Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Fokus : Hoegeng dan Sutami Bukan Mitos

Kemarin saya menyaksikan tayangan Mata Najwa di YouTube tentang Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Banyak sekali yang bisa dipetik tentang Hoegeng

Bram Kusuma
Galih Pujo 

Oleh Galih Pujo Asmoro

Wartawan Tribun Jateng

Kemarin saya menyaksikan tayangan Mata Najwa di YouTube tentang Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Banyak sekali yang bisa dipetik tentang Hoegeng berdasarkan tayangan tersebut.

Mulai bagaimana Hoegeng menjaga idealisme dan integritasnya sebagai Kapolri, hingga saat ia "memainkan" peran lain sebagai ayah, anak, dan suami. Satu kata, luar biasa.

Kisah yang paling menyentuh saya adalah saat Merry Hoegeng menceritakan sebuah pemberian rantai emas.

Perhiasan itu diberikan pada Merry sebagai ucapan terima kasih karena Hoegeng berhasil menemukan mobil yang hilang.

Merry pun menceritakan pemberian itu pada Hoegeng. Singkat cerita, Hoegeng mengembalikannya dan berkata "tugas polisi hanya menolong. Jika tidak mau menolong, jangan jadi polisi," lebih kurang seperti itu yang dikatakan Hoegeng.

Hoegeng seolah menjadi satu di antara sosok pejabat yang harum namanya.

Namanya hingga kini senantiasa dikenang dan semakin ke sini kian dirindukan ada sosok seperti dia lagi di institusi Polri.

Lantas adakah orang seperti Hoegeng di kepolisian saat ini? Saya yakin ada dan jumlahnya tidak sedikit. Hanya saja mereka tidak terekspos.

Pejabat lain yang juga bikin merinding saat membaca kisahnya adalah Ir. Sutami.

Entah kebetulan atau tidak, Hoegeng dan Soetami sama-sama lahir Oktober.

Hoegeng pada 14 Oktober 1921 sementara Soetami pada 19 Oktober 1928.

Bagi saya yang alumni UNS, nama Ir Sutami tentu tidak asing karena kampus UNS berlokasi di Jalan Ir. Sutami. Ir. Sutami adalah orang dibalik pembangunan Jembatan Semanggi, kubah Gedung DPR/MPR, Waduk Jatiluhur, hingga Bandara Ngurah Rai.

Ia adalah Menteri Pekerjaan Umum yang dipercaya oleh Presiden Sukarno dan Soeharto.

Jalan hidupnya juga sangat sederhana. Atap rumahnya bocor meskipun ia sudah enam kali menjabat sebagai Menteri PU.

Tidak berbeda jauh dengan Hoegeng yang belum punya rumah setelah tidak jadi Kapolri, tempat tinggal Sutami baru lunas saat ia akan pensiun.

Sutami adalah Menteri PU tapi beli rumah dengan mencicil.

Bahkan mengutip dari Kompas.com, Sutami pernah takut dirawat di rumah sakit karena khawatir uangnya tak cukup untuk membayar biaya rumah sakit.

Hal terpenting tentang Hoegeng dan Sutami, jangan sampai mereka jadi dongeng sebelum tidur ataupun mitos.

Kisah keduanya, dan orang-orang seperti mereka sudah selayaknya terus disampaikan pada generasi penerus Indonesia sedini mungkin.

Buku-buku sejarah di sekolah-sekolah juga sudah sepatutnya memasukkan sosok macam Hoegeng dan Sutami (saya tidak tahu apakah sudah ada atau belum. Kalaupun sudah ada, ya syukurlah).

Jadi, bila anak-anak atau pelajar ditanya ingin jadi apa, lalu bilang ingin jadi polisi, jawaban mereka tidak berhenti di situ, tapi “ingin jadi polisi seperti Pak Hoegeng” atau “ingin jadi insinyur seperti Pak Sutami”.

Jika integritas Hoegeng juga ingin diwarisi oleh anak-anak Indonesia, dan ndilalah mereka benar-benar jadi polisi, lelucon Gus Dur tentang 3 polisi jujur akan usang.

Demikian juga dengan integritas dan visionernya Sutami diwarisi dan dilakukan, betapa luar biasanya Indonesia di masa depan.

Jadi, jangan pernah biarkan kisah tentang “Duo Oktober”, Hoegeng dan Sutami hanya berhenti sampai sebatas cerita atau malah jadi mitos.

Mari kita buktikan bila spirit, integritas, serta pengabdian Hoegeng dan Sutami dan lainnya yang berbuat tanpa pamrih untuk negara ini juga kita miliki. (*)

Baca juga: Viral Video Bentork TNI AL dan TNI AD, Anak Kecil Ketakutan Lari Masuk Mobil Tapi Pintu Terkunci

Baca juga: Corona Wonosobo Hari Ini Selasa 30 November 2021: 14,646 Positif Covid, Jateng 486.330

Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 4 SD Tema 5 halaman 99, Cermin Cekung, Datar dan Cembung

Baca juga: Daftar Kode Redeem FF Terbaru Hari Ini Selasa 30 November 2021, Baru Diupdate Semenit yang Lalu

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved