Liga 1 2021
Alasan Imran Nahumarury Seusai PSIS Semarang Kalah Skor 1-2 dari PSS Sleman Malam Ini
PSIS Semarang gagal mengamankan poin penuh saat berstatus tuan rumah menjamu PSS Sleman dalam lanjutan BRI Liga 1 2021/2022
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - PSIS Semarang gagal mengamankan poin penuh saat berstatus tuan rumah menjamu PSS Sleman dalam lanjutan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan Solo, Jumat (3/12/2021) malam.
PSIS Semarang harus mengakui kemenangan PSS Sleman pada laga ini yang berkahir dengan dengan skor 1-2.
Gol PSIS dicetak Septian David Maulana menit 6, sementara gol PSS Sleman diciptakan Juninho menit 16, dsn Aaron Evans menit 66.
Kekalahan ini merupakan kekalahan ketiga PSIS musim ini, dan menjadi kekalahan perdana bagi pelatih Imran Nahumarury selama menangani PSIS.
Di sisi lain, kegagalan mengamankan tiga poin membuat PSIS gagal memangkas jarak poin dengan beberapa tim di atasnya.
Saat ini, PSIS masih tertahan di urutan ke lima dengan koleksi 24 poin.
Namun masih sangat rawan disalip oleh dua pesaing terdekatnya yakni Persebaya Surabaya dan Borneo FC yang belum memainkan pertandingan pekan ke 15.
Sementara PSS Sleman berhasil menembus posisi sepuluh besar usai mengalahkan tim Mahesa Jenar.
Pada laga ini PSIS lebih dulu unggul lewat gol Tendangan bebas yang dicetak oleh Septian David Maulana menit ke 6.
Tendangan bebas David tidak mampu dijangkau Miswar Saputra.
Sementara itu, PSS yang mencoba mengejar ketinggalan mengancam gawang PSIS lewat aksi Arsyad Yusgiantoro lewat shooting kerasnya menit ke 13. Namun masih menyamping.
Menit 16, PSS menyamakan kedudukan lewat Juninho memanfaatkan kesalahan back pass Vedhayanto Putra kepada Jandia Eka Putra.
Dalam jalannya pertandingan babak pertama, PSS lebih banyak mengancam pertahanan PSIS.
Beberapa peluang diciptakan melalui Jepri Kurniawan, Mario Maslac.
Menit 39, PSS kembali mengancam lewat Juninho namun gagal menjadi gol.
Hingga akhir babak pertama skor 1-1 masih bertahan.
Pada babak kedua, pertandingan berjalan dalam tempo lambat.
Menit 66, PSS berhasil comeback pada laga ini lewat aksi Aaron Evans memanfaatkan kemelut didalam kotak penalti setelah sebelumnya, PSS mendapat hadiah tendangan bebas.
Menit 86, PSS nyaris menambah gol lewat aksi tendangan keras Juninho. Beruntung masih berada di atas mistar gawang.
Menit 92, PSIS nyaris menyamakan kedudukan lewat heading Wallace Costa namun masih melambung di atas mistar gawang.
Hingga akhir laga, skor 1-2 bertahan untuk keunggulan PSS Sleman.
Seusai laga, pelatih kepala PSIS, Imran Nahumarury mengatakan, ia meminta maaf kepada suporter PSIS atas kekalahan kontra PSS.
"Pertandingan hari ini, kami mohon maaf tidak bisa memberikan poin maksimal buat Panser Biru, Snex.
Tapi saya mengapresiasi setinggi-tingginya pemain saya.
Kita tahu kami kehilangan banyak pemain tapi itu bukan alasan bagi saya," kata Imran.
Pada laga ini, hilangnya beberapa pemain, terutama Jonathan Cantillana dan Bruno Silva sangat terlihat.
Permainan PSIS kurang tajam dan sangat sedikit menciptakan peluang.
Imran mengakui, hilangnya beberapa pemain cukup berpengaruh.
"Kehilangan mereka memang iya. Tapi saya selalu katakan saya punya pemain yang bisa ganti mereka, saya pikir ini akan jadi evaluasi buat kami.
Sekali lagi, memang kami kehilangan tapi tentu ini kesempatan buat pemain muda bahwa mereka pantas," ungkap Imran.
"Mereka bisa menjadi tim inti meskipun hasil tidak sesuai kemauan kita.
Tapi para pemain muda menunjukkan mereka pantas, mereka bisa menjadi pemain inti meskipun hasilnya tidak sesuai keinginan kita.
Tapi kesempatan buat pemain muda mereka bisa berkembang lebih baik lagi," tandasnya.
Sementara itu, pelatih PSS, Dejan Antonic mengapresiasi perjuangan pemainnya yang berhasil melakukan come back pada laga ini.
Pertandingan kontra PSIS bagi PSS, dikatakan Dejan sebagai momentum pelampiasan kekalahan atas pertandingan sebelumnya.
"Kita bisa menang lawan tim yang cukup bagus dan materi pemain bagus.
Kami masih ada sakit hati karena kekalahan atas Persita.
Kami hari ini bisa menang, dan main bagus," kata Dejan.
Soal evaluasi, ia menyebut PSS masih bermasalah soal penyelesaian akhir.
"Koreksi di laga ini, kami masih kurang tenang dalam masalah penyelesaian akhir.
Apapun itu, saya apresiasi permainan anak-anak hari ini," kata Dejan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/karteker-psis-semarangemarang-belum-lama-ini.jpg)