Berita Semarang

BAMAG Kota Semarang Gelar Perayaan Natal, Ajak Keluarga Bertahan di Tengah Pandemi

BAMAG Kota Semarang gelar perayaan Natal dengan tema The Choosen yakni Yang Terpilih.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Ketua BAMAG Kota Semarang, Pdt Bambang Mulyono memberikan sambutan pada perayaan Natal dengan tema The Choosen yakni Yang Terpilih, di Hotel Horison, Jumat (3/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kota Semarang menggelar perayaan Natal dengan tema The Choosen yakni Yang Terpilih, di Hotel Horison, Jumat (3/12/2021) malam.

Ketua Panitia Natal 2021 BAM

Ketua BAMAG Kota Semarang, Pdt Bambang Mulyono memberikan sambutan pada perayaan Natal dengan tema The Choosen yakni Yang Terpilih, di Hotel Horison, Jumat (3/12/2021).
Ketua BAMAG Kota Semarang, Pdt Bambang Mulyono memberikan sambutan pada perayaan Natal dengan tema The Choosen yakni Yang Terpilih, di Hotel Horison, Jumat (3/12/2021). (TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN)

AG Kota Semarang, Hestiana Anggrainingtyas mengatakan, perayaan Natal yang diselenggarakan BAMAG kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Selain ibadah, panitia perayaan Natal 2021 juga mengadakan talkshow dengan tema keluarga.  

"Kami mengangkat tema talkshow keluarga karena pada pandemi ini semua sektor terdampak, tak terkecuali keluarga," ucapnya. 

Diketahui bahwa pandemi Covid-19 menimbulkan banyak dampak pada keluarga, diantaranya perceraian hingga masalah keuangan.

Talkshow ini membahas kajian kerohanian, kajian keluarga, dan kajian hukum. 

Pihaknya mengangkat tema tersebut untuk memberi memotivasi supaya keluarga tetap bertahan di tengah pandemi.

Apalagi, keberhasilan suatu kota didasari pada keluarga yang hebat dan kuat. 

"Ini kami bahas pada Natal ini supaya keluarha tetap bertahan di tengah pandemi. Kami harap talkshow ini bisa menjadi berkat," kata Hestiana. 

Ketua BAMAG Kota Semarang, Pdt Bambang Mulyono menambahkan, perayaan Natal 2021 diselenggarakan secara terbatas hanya dihadiri gembala pendeta atau perwakilan gereja dan keluarga. 

"Pandemi, yang hadir gembala pendeta karena dibatasi karema kami tidak ingin ada klaster Covid-19 saat acara," ucapnya. 

Lebih lanjut, Bambang mengatakan, BAMAG Kota Semarang telah memberikan informasi kepada seluruh gereja agar merayakan Natal sesuai aturan pemerintah yakni dengan kapasitas 50 persen. 

"Itu sudah kami sampaikan melalui grup pendeta-pendeta gembala. Mereka akan taat terhadap aturan," imbuhnya. 

Mewakili Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Kepala Dinkop UMKM Kota Semarang, Bambang Suranggono menyampaikan salam hormat kepada seluruh pimpiman gereja di Kota Semarang. Ada lebih dari 350 gereja di Kota Semarang.

Keberadan BAMAG menjadi sangat penting untuk menjalin hubungan antargereja. 

"Pak wali kota memyampaikan apresiasi, capaian PPKM level 1 bukan hanya dari hasil peemrintah tapi konsep bergerak bersama, termasuk umat kristiani," ucapnya. 

Kota Semarang, sambung Bambang juga menjadi contoh kota lain terkait pelaksanama kebebasan beragama. Terlebih, sempat menjadi tuan rumah Festival HAM. 

Pihaknya pun memohon doa kepada seluruh umat kristiani untuk keselamatan dan kesejahteraan Kota Semarang. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved