Breaking News:

Berita Semarang

Cerita Mahasiswa Semarang Berinovasi di Tengah Pandemi: Karya Berawal dari Keresahan

Sejumlah mahasiswa di kampus Semarang melahirkan inovasi di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: sujarwo
Dok. UPGRIS
Mahasiswa PKM-K UPGRIS olah limbah kulit buah menjadi produk pengharum ruangan saat pandemi Covid-19 di Kota Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah mahasiswa di kampus Semarang melahirkan inovasi di tengah pandemi Covid-19.

Berkat keuletan dan disiplin tinggi, mereka mampu menciptakan  inovasi berupa alat yang bermanfaat bagi masyarakat.

Para mahasiswa  tersebut berasal dari dua kampus Undip dan UPGRIS Semarang.

Mahasiswa dari dua kampus itu menciptakan dua produk inovasi berupa aplikasi pendeteksi stres via suara bahasa Indonesia dan menciptakan produk pengharum ruangan dari limbah kulit buah.

Untuk aplikasi pendeteksi stres karya mahasiswa Undip sedangkan produk pengharum ruangan dari limbah kulit buah karya mahasiswa UPGRIS.

Lantas, bagaimana cerita mereka membuat produk-produk inovasi tersebut?

Perwakilan kelompok Program Kreativitas Mahasiswa  (PKM) Undip, Aji Darmawan mengatakan, bersama empat kawan lainnya yang berbeda jurusan bekerja sama menciptakan pendeteksi stres via suara.

Empat kawan lainnya terdiri dari  Sukma Darmawan (Ketua tim, jurusan Informatika),Zulfida Rahma Cahyani (Keperawatan), Nur Suci Nilamsari (Keperawatan) dan Albi Boykhair (Ilmu Ekonomi).

"Tentu tak mudah menciptakan aplikasi ini, ada beragam tantangan di lapangan yang harus kami hadapi," bebernya saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (2/12/2021).

Ia mengaku, kelompoknya terus terdorong menyelesaikan alat tersebut lantaran banyaknya kasus kesehatan mental yang terjadi saat pandemi Covid-19.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved