Breaking News:

Berita Purbalingga

Istri PNS di Purbalingga Diminta Ikut Terlibat Bantu Gerakan Mageh Padha Sekolah

Para istri PNS diminta ikut terlibat bantu Gerakan Mageh Padha Sekolah (GMPS).

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: sujarwo
TRIBUNBANYUMAS/Ist. Humas Pemkab Purbalingga
Sekretaris Daerah (Sekda) Purbalingga, Herni Sulasti yang juga selaku penasehat DWP Purbalingga saat acara Pengukuhan Ketua Antar Waktu DWP Kabupaten Purbalingga Masa Bhakti 2019 - 2024 di Gedung Srikandi, Jumat (3/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Para istri PNS yang tergabung dalam organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Purbalingga diminta ikut terlibat bantu Gerakan Mageh Padha Sekolah (GMPS). 

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Purbalingga, Herni Sulasti yang juga selaku penasehat DWP Purbalingga, Jumat (3/12/2021) di Gedung Srikandi Kompleks Pendopo Dipokusumo.

Ia menjelaskan pengentasan masalah anak usia sekolah tidak sekolah (AUSTS) merupakan program prioritas pemerintah. 

Di Kabupaten Purbalingga ini masih ada 10,32 persen atau 20.283 AUSTS dan termasuk 4 kabupaten terbanyak di Jawa Tengah, bersama Pemalang, Jepara dan Rembang.

"Kami nderek titip bagaimana agar Dharma Wanita bisa bersinergi membantu mendorong bagaimana anak-anak usia sekolah yang tidak sekolah ini bisa kembali bersekolah," ujar Sekda dalam acara Pengukuhan Ketua Antar Waktu DWP Kabupaten Purbalingga Masa Bhakti 2019 - 2024 di Gedung Srikandi, Jumat (3/12/2021).

Ia menyampaikan GMPS tidak harus menunggu intervensi APBD, karena bila menunggu maka capaiannya akan sangat rendah. 

Bantuan DWP yang bisa dilakukan tidak harus berupa bantuan dari APBD.

"Kita dorong misalnya pendataan dulu, karena data 20.283 ini adalah data Susenas, yang artinya data yang belum by name by address. Nah tugas ibu-ibu semua baik DWP maupun TP PKK kita aktifkan data by name by address. Sebetulnya mereka siapa, dimana dan mengapa yang seharusnya sekolah tapi tidak sekolah,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, sesuai data, AUSTS di Purbalingga mayoritas berusia di atas 15 tahun atau tidak melanjutkan sekolah setelah hanya lulus SD. 

Hal ini dimungkinkan terkendala biaya transportasi untuk sekolah. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved