Breaking News:

Berita Viral

Mengulik Misteri Edward Mordrake Si Manusia dengan Dua Wajah

Pada abad ke 19 warga Amerika Serikat dihebohkan dengan kisah manusia berwajah dua yang dikenal dengan Edward Mordrake.

Editor: rival al manaf
(SERIOUSSTRANGE via TWITTER)
Interpretasi patung lilin sosok Edward Mordrake oleh seniman yang tidak dikenal. 

TRIBUNJATENG.COM - Pada abad ke 19 warga Amerika Serikat dihebohkan dengan kisah manusia berwajah dua yang dikenal dengan Edward Mordrake.

Mayoritas publik saat itu meyakini sosok Edward Mordake adalah sebuah fakta yang ditemukan oleh penelitian medis.

Kisah misteri Edward Mordrake menjadi populer setelah Boston Sunday Post menerbitkan sebuah artikel berjudul "Keajaiban Ilmu Pengetahuan Modern" pada 8 Desember 1895.

Baca juga: Video Bupati Haryanto Minta HIPMI Pati Tetap Tumbuhkan Minat Wirausaha Di Anak Muda

Baca juga: Video Kecelakaan Truk Pengangkut Alat Berat Akibatkan Macet Lalin di Gunungpati Semarang

Baca juga: Hasil Lengkap BWF World Tour Finals 2021, Marcus/Kevin Tak Bertanding

Artikel yang ditulis oleh Charles Lotin Hildreth itu diklaim menyajikan laporan dari apa yang disebut “Royal Scientific Society”, yang mendokumentasikan keberadaan “manusia aneh”.

Daftar "manusia aneh" yang diklaim disusun oleh para ilmuwan Inggris tersebut, antara lain menyebut sosok putri duyung, kepiting manusia yang menakutkan, dan Edward Mordrake yang malang, seorang pria dengan dua wajah.

Dalam artikel Boston Sunday Post itu, Edward Mordrake (awalnya dieja Mordake) disebut sebagai seorang bangsawan Inggris muda, cerdas, dan tampan, serta "musisi dengan kemampuan langka."

Tetapi dengan semua berkatnya yang luar biasa, ada kutukan mengerikan menimpanya.

Selain wajahnya yang normal dan tampan, Mordrake memiliki wajah kedua yang menakutkan hanya menempati bagian belakang tengkorak yang terbatas, jauh lebih kecil daripada wajah utamanya.

Edward Mordrake menyebut wajah keduanya "menawan seperti mimpi, mengerikan seperti iblis."

Konon, wajah kedua yang aneh ini memiliki kecerdasan tapi “cenderung berbahaya dan jahat".

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved