Breaking News:

RSUD Sragen Berhentikan 73 Orang Karyawan PKWT Khusus Covid-19

Sebanyak 73 karyawan yang memiliki Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen diberhentikan.

Tribun Jateng/ Mahfira Putri Maulani
Tampak depan gedung baru RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebanyak 73 karyawan yang memiliki Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen diberhentikan.

PKWT tersebut sebelumnya direkrut oleh pihak RSUD dengan persetujuan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Saat itu PKWT diminta untuk membantu menangani pasien Covid-19 di RSUD saat tinggi-tingginya.

Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto mengatakan PKWT tersebut awalnya akan dikontak hingga akhir tahun 2021.

Tingginya kasus Covid-19 di Sragen sendiri sempat terjadi pada Juli hingga Agustus. Namun pada September angka kesakitan Covid-19 di Kabupaten Sragen turun drastis.

"Waktu kasus Covid-19 tinggi-tingginya pada Juli lalu kami diminta merekrut PKWT. Waktu itu pengennya sampai akhir tahun karena tidak mungkin hanya 1-2 bulan."

"Tapi ternyata Covid-19 begitu tajam menurun bahkan sempat hilang kasusnya akhirnya, PKWT ini diberhentikan sebelum akhir tahun," kata Didik.

Sebanyak 73 PKWT ini sudah diberhentikan per 1 Oktober lalu. Sejalan dengan turunnya kasus Covid-19 pada September.

Didik melanjutkan pemberhentian PKWT ini dilakukan karena adanya ketimpangan antara jumlah pasien dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berlebih.

Saat kasus Covid-19 turun, Didik mengaku PKWT ini tidak ada pekerjaan sehingga terjadi kelebihan SDM. Tanpa adanya PKWT saja, Didik mengaku SDM sudah berlebih.

Menurutnya, dampak berlebihan SDM akan menimbulkan masalah-masalah baru di RSUD. Seperti kedisplinan yang kurang bisa menimbulkan kecemburuan antar pekerja.

Meskipun diberhentikan sebelum waktunya, Didik mengaku tidak menimbulkan permasalahan. Dirinya mengaku seluruh PKWT sudah memaklumi keadaan yang ada.

"73 PKWT ini persetujuan ibu Bupati, diberhentikan juga tidak menimbulkan permasalahan alhamdulillah. Mereka bisa memahami keadaan," lanjut Didik.

Termasuk saat ini, Didik mengaku pihaknya tidak bisa menerima pelamar pekerjaan. Karena dinilai mendaftar diri disaat yang tidak tepat.

Untuk mengantisipasi gelombang ketiga kasus Covid-19, Didik mengaku perekrutan tenaga medis akan menyesuaikan dengan kebutuhan.

"Ada rasio jumlah pasien dengan nakes yang melayani. Selama kita masih mampu dan cukup tentu mengoptimalkan SDM yang ada. Saat ini saja SDM sudah dikembalikan ke jobdesk awal sebelum Pandemi Covid-19," tandasnya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved