Berita Semarang

Relawan PMI Kota Semarang Ikut Edukasi Masyarakat Soal Virus Omricon

Varian baru tersebut sudah muncul di negara tetangga seperti Malasya, Singapura, dan Australia

Penulis: iwan Arifianto | Editor: muslimah
Relawan PMI Kota Semarang Ikut Edukasi Masyarakat Soal Virus Omricon
TribunJateng.com/Iwan Arifianto
Ketua PMI Kota Semarang dr Awal Prasetyo (rompi merah) memerintahkan relawan PMI ikut mengedukasi masyarakat terkait ancaman virus corona varian Omicron di Kota Semarang, Sabtu (4/12/2021).

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua PMI Kota Semarang dr Awal Prasetyo memerintahkan seluruh jajaran relawan PMI untuk ikut mengedukasi masyarakat terkait ancaman virus corona varian Omicron.

Selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berpotensi memicu lonjakan kasus karena meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat yang belibur. 

Di sisi lian, kondisi saat ini masih terancam dengan adanya varian terbaru B.1.1.529 atau Omicron.

"Langkah strategi kami yang terpenting adalah edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Relawan harus terjun ke situ, beri pemahaman ke masyarakat, kita serukan terus meskipun kejadiannya belum tentu muncul," ujarnya selepas memimpin apel di markas PMI Kota Semarang, Sabtu (4/12/2021).

Menurutnya, Indonesia saat ini dikepung gelombang keempat Covid-19 varian Omricon.

Varian baru tersebut sudah muncul di negara tetangga seperti Malasya, Singapura, dan Australia.

"Ancaman bencana yang kita hadapi kian kompleks maka perlu kolaborasi antar unsur yang semuanya itu mampu mengatasi bencana pandemi yang terjadi," katanya.

Ia mengatakan, ada tiga hal kunci yang harus diketahui relawan soal bencana.

Pertama aspek lingkungan, kedua aspek penyebab  dan ketiga aspek manusia.

"Oleh karena itu di dalam kita menghadapi bencana di Kota semarang kita harus memiliki kompetensi mengatasi hal itu," jelasnya.

Ia merinci,relawan harus mengetahui aspek lingkungan dipengaruhi oleh perilaku manusia, perubahan iklim dan sebagainya.

Relawan harus mengedukasi dan memberdayakan masyarakat untuk memelihara lingkungan.

Kedua, aspek penyebab yang selama ini tidak diperhitungkan terjadi berupa wabah virus, seperti pandemi sekarang ini.

Relawan harus benar-benar memahami terkait virus Covid-19 sehingga mengetahui cara pencegahannya.

"Setelah itu relawan melakukan pemberdayaan, dan edukasi ke masyarakat adalah kompetensi relawan yang harus dikuasai," tuturnya.

Ia melanjutkan, aspek manusia sangat penting bagi relawan untuk dikelola dengan baik.

Relawan sebagai ujung tombak untuk mengedepankan citra PMI dalam  eksistensi penanggulangan bencana.

"Kami menyatakan siap sedia untuk mengatasi dan menanggulangi bencana di Kota Semarang," tandasnya. (Iwn)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved