Breaking News:

Berita Blora

Eks Ketua DPC Gerindra Blora Ungkap Alasan Gugat Prabowo dan Minta Ganti Rugi Setengah Triliun

Lantaran dipecat dari partai, Eks Ketua DPC Gerindra Blora, Setiyadji Setyawidjaja menggugat Ketua Umum Partai Gerindra.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: rival al manaf
(TRIBUNJATENG/AHMAD MUSTAKIM) 
Setiyadji Setyawidjaja, anggota DPRD Kabupaten Blora yang sekaligus Eks Ketua DPC Gerindra Blora 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Lantaran dipecat dari partai, Eks Ketua DPC Gerindra Blora, Setiyadji Setyawidjaja menggugat Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan meminta ganti rugi Rp 501 miliar. 

Setiyadji menggugat Prabowo karena dirinya diberhentikan sebagai anggota Partai Gerindra.

Dalam sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Nomor Perkara 1092/Pdt.Sus-Parpol/2021/PN JKT.SEL, terdapat 3 orang yang digugat oleh Setiyadji.

Baca juga: Keharmonisan Hubungan Gerindra dan PDI Perjuangan Patenkan Prabowo Puan untuk Pemilu 2024

Baca juga: Keharmonisan Hubungan Gerindra dan PDI Perjuangan Patenkan Prabowo Puan untuk Pemilu 2024

Baca juga: Video Respon Warga Atas Pemadaman Lampu Jalan Kota Tegal

Tiga orang yang digugat tersebut yakni Prabowo Subianto selaku Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Habiburokhman selaku Ketua Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra, serta Abdul Wachid selaku Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.

"Menghukum Tergugat I, Tergugat II, Tergugat III secara bersama-sama untuk membayar ganti rugi kepada penggugat secara tunai baik kerugian materiil maupun immateriil," bunyi petitum seperti dilihat, Sabtu (04/12/2021).

Dalam petitum tersebut juga dijelaskan DPP Gerindra telah memberhentikan Setiadji sebagai anggota tertanggal 13 September 2021.

Alasan Setiyadji diberhentikan karena melanggar AD/ART Partai Gerindra dan dinilai tidak aktif serta tidak loyal terhadap partai.

Nantinya sidang perdana akan dilakukan pada Selasa, 4 Januari 2022 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kuasa Hukum Setiyadji, Farid Rudiantoro mengatakan, tuntutan itu karena kliennya yang merupakan mantan ketua DPC Gerindra Blora dua periode itu merasa dirugikan secara material dan imaterial. 

Apalagi kerugian imaterial itu yang tidak bisa dihitung secara nominal uang. Sehingga tuntutan tersebut dinilai sah-sah saja. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved