Breaking News:

Berita Solo

Erupsi Gunung Semeru, Rumah Sakit UNS Solo Berangkatkan 7 Relawan ke Lumajang Jawa Timur

Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) berangkatkan 7 relawan ke Lumajang Jawa Timur, Senin (6/12/2021)

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muslimah
Surya
Warga terdampak Gunung Semeru meletus di Lumajang, Jawa Timur. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) berangkatkan 7 relawan ke Lumajang Jawa Timur, Senin (6/12/2021).

Mereka berangkat dari Markas PMI Solo di Kecematan Jebres Kota Solo sekira pukul 10.00 WIB.

Para relawan akan melakukan kegiatan operasional penanganan dampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang. 

Direktur RS UNS, Prof Hartono menyampaikan berdasarkan laporan sementara yang dia terima ada 3 kebutuhan yang saat ini sangat diperlukan oleh masyarakat di sana.

"Yaitu perawat, tabung oksigen, dan kebutuhan dasar seperti sembako, selimut, tenda, tikar, dan masker," ucapnya.

Sementara itu, menurut Hartono, untuk obat-obatan sudah disuplai oleh rumah sakit sekitar lokasi erupsi.

Hartono menjelaskan, tim dari Solo ini akan mengcover lokasi yang kekurangan jumlah relawan.

Di sana, tugas utama dari relawan adalah melakukan evakuasi, proses pertolongan pertama, proses rujukan ke rumah sakit, dan pengobatan.

"Menurut laporan dari beberapa sumber, masih banyak jenazah yang belum ditemukan dan banyak wilayah yang terisolasi. Itu yang akan kamin sisir," terangnya.

Dia menjelaskan, sehari sebelumya, pihak UNS telah memberangkatkan 5 anggota SAR dan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala).

Setelah itu, pihak kampus melalui rumah sakit kembali memberangkatkan 7 orang yang terdiri dari 3 dokter, 2 perawat, 1 pembantu umum, dan 1 driver hari ini. 

"Kami juga melakukan pemetaan situasi. Sekiranya apa yang diperlukan, kami akan kirim bantuan secepatnya dari Solo," tuturnya.

Dia menambahkan, tim pemetaan akan bertugas selama 3 hari, sedangkan tim evakuasi dan teknis bertugas selama 7 hari. 

Sedangkan, PMI Solo mengirim 11 relawan yang terdiri 1 dokter, 1 apoteker, 2 perawat, 4 relawan Politeknik Akbara, 1 koordinator, dan 1 dokumentator akan berada di Lumajang selama 1 minggu. 

Mereka didukung dengan perlengkapan kendaraan seperti 1 unit ambulans, 1 mobil double cabin, dan 1 kendaraan angkut untuk melakukan proses evakuasi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved