Breaking News:

Berita Semarang

DPRD Kota Semarang Beri Apresiasi Banyak Proyek Pembangunan Tahun Ini Berhasil Tepat Waktu

DPRD Kota Semarang menilai proyek pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang cukup berhasil dan mayoritas dapat rampung tepat waktu.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Kota Semarang menilai proyek pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang cukup berhasil dan mayoritas dapat rampung tepat waktu.

Hal itu diketahui dari hasil monitoring Komisi C DPRD Kota Semarang bersama dinas terkait. 

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Suharsono mengapresiasi pemkot yang telah berhasil menyelesaikan banyak proyek pembangunan pada anggaran 2021. 

Baca juga: Waduh, Pak Camat Berduaan dengan Kasi di Kamar Hotel Banjarnegara Keciduk Satpol PP

Baca juga: Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru, Kelompok Pemuda di Batang Galang Dana Donasi

Baca juga: FISIP Unsoed Purwokerto Gandeng BMKG Implementasikan MBKM

Menurutnya, banyak proyek yang cukup besar dan membutuhkan waktu panjang dalam pengerjaan.

Meski saat ini belum seluruhnya selesai, melihat hasil monitoring, dia optimis pemkot dapat menyelesaikannya dengan baik. 

"Kami optimistis selesai tepat waktu hingga akhir Desember 2021, misalnya saja RSUD Tipe D Mijen, pembangunan jalan di Mangkang Kulon yang menggunakan dana dari provinsi, pembangunan jalan Ngadirgo-Palir, pembangunan gedung seperti puskesmas dan sekolah di Mijen," sebut Suharsono, Selasa (7/12/2021). 

Meski demikian, politisi PKS tersbut mencatat, ada beberapa proyek yang belum selesai atau gagal diselesaikan tahun ini.

Namun demikian, proyek tersebut tetap akan dilanjutkan pada 2022 mendatang. Komisi C tentu mendorong Pemerintah Kota Semarang bisa menyelesaikan proyek pembangunan yang belum terselesaian tahun ini. 

Proyek besar pada 2022 nanti, dia menyarankan untuk dilakukan lelang awal tahun anggaran setidaknya pada Mei.

Jika ada kendala teknis yang membutuhkan perencanaan cukup panjang, lelang diharapkan tidak melebihi Juni

Harapannya, jika memang tidak bisa selesai, masih ada kemungkinan bisa dikejar pada anggaran perubahan, misalnya Jembatan Kaca.

Pada 2021 ini, Jembatan Kaca Tinjomoyo baru dilakukan lelang pada Juli dengan nilai lelang Rp 11 miliar. 

"Contohnya, jembatan kaca ini kan gagal pada tahun ini, karena lelangnya tidak sejak awal tahun, ini jadi pelajaran. Tapi, nanti proyek ini akan dilanjutkan pada anggaran tahun 2022," tuturnya. 

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, program dan pekerjaan yang sudah direncanakan dipastikan harus sudah berjalan tepat waktu, berkualitas, dan bermanfaat bagi masyarakat. 

"Yang gagal sudah jelas, sudah kami blacklist yaitu Jembatan Kaca Tinjomoyo. Yang lain kami optimis, termasuk pembangunam RSUD optimis bisa tepat waktu," terang Hendi, sapaannya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved