Breaking News:

Berita Kudus

Hilang Seharian, Anak Autis Ditemukan Meninggal di Sungai

Usai hilang selama satu hari, ABK berinisial MD (7), ditemukan meninggal di sungai.

Penulis: raka f pujangga | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Raka F Pujangga
Relawan mengevakuasi anak berkebutuhan khusus (ABK) berinisial MD (7), warga Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, ditemukan meninggal dunia di Sungai Sedobyah, Selasa (7/12/2021). 
Relawan mengevakuasi anak berkebutuhan khusus (ABK) berinisial MD (7), warga Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, ditemukan meninggal dunia di Sungai Sedobyah, Selasa (7/12/2021).
Relawan mengevakuasi anak berkebutuhan khusus (ABK) berinisial MD (7), warga Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, ditemukan meninggal dunia di Sungai Sedobyah, Selasa (7/12/2021). (Tribun Jateng/Raka F Pujangga)

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS -  Setelah hilang selama satu hari, anak berkebutuhan khusus (ABK) berinisial MD (7), warga Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, ditemukan meninggal dunia di Sungai Sedobyah, Selasa (7/12/2021).

Diketahui sebelumnya, MD telah meninggalkan rumah sejak hari Senin (6/12/2021) pukul 14.00 kemarin.

Kepala Desa Peganjaran, Sutikdjo mengatakan anak tersebut sudaha hilang sejak kemarin dicari orang tuanya.

Kemudian tidak sengaja, ditemukan‎ sopir yang sedang melintas jasadnya sudah mengambang di atas sungai.

"Yang menemukan sopir tadi sekitar jam 12 siang, korban dalam kondisi tertelungkup," ujar dia.

Menurutnya, MD merupakan anak autis yang suka bermain air.

"Informasinya anak ini kalau ada air senang," ujar dia.

Menurut Kapolsek Bae, AKP Ngatmin menyampaikan, jasad korban pertama kali ditemukan Tsalis Abdul Ghofar (42), warga Desa Peganjaran.

Kemudian Tsalis memberitahukan adanya penemuan mayat tersebut kepada warga setempat.

"Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia terhanyut di aliran sungai," ujarnya.

‎Hasil pemeriksaan dari dr. Handayani, Puskesmas Bae, korban diperkirakan meninggal dunia kurang lebih dari 12 jam.

Terdapat luka di mulut sobek sampai gusi, luka di kemaluan ujung penis robek, jari ke tiga dan ke lima, tangan kiri robek, baju di TKP tidak ada, dan  tidak ada tanda-tanda  kekerasan atau penganiayaan terhadap korban.

"Selanjutnya jenazah dibawa ke rumah duka korban dengan ambulan milik BPBD Kabupaten Kudus," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved