Breaking News:

Berita Slawi

PPKM Level 3, Teguh: Edukasi Pengunjung untuk Menarik Semua Reservasi Jadi Awal Bulan

PPKM Level 3 serempak tanggal 24 Desember-2 Januari 2022 memiliki dampak tersendiri.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Desta Leila Kartika
Penginapan di area Daya Tarik Wisata (DTW) Guci Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Adanya penerapan PPKM Level 3 serempak yang mulai berlaku pada tanggal 24 Desember hingga 2 Januari 2022 mendatang, ternyata memiliki dampak tersendiri terutama bagi para pelaku usaha penginapan (hotel, vila, homestay, dan lain-lain).

Bahkan ada yang sampai membuat kebijakan untuk memajukan reservasi (kamar yang sudah di pesan) di awal bulan, ada juga yang hanya bisa pasrah dan berharap kondisi jauh lebih baik lagi.

Meskipun sektor wisata tetap diperbolehkan buka secara terbatas dan bersyarat, namun di sektor penginapan sendiri tetap berpengaruh, padahal sebelum pandemi Covid-19 jika momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu ramai dan full booking.

Corporate General Manager Grand Dian Hotel, Setya Teguh Yuwana mengungkapkan, adanya kebijakan PPKM Level 3 serentak ini sangat berpengaruh terhadap pelaku usaha penginapan, perhotelan, dan sejenisnya. 

Namun pihaknya tidak diam saja, melainkan tetap memikirkan strategi supaya tamu bisa menginap atau berkunjung, tapi aman dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) secara ketat. 

"Maka dari itu, kami membuat strategi dengan cara menarik semua reservasi yang sudah masuk pada tanggal 24 Desember sampai 2 Januari 2022 dimajukkan menjadi awal bulan. Sebelumnya tentu kami edukasi dahulu ke tamu (customer), jika masih ada yang ingin ditanggal tersebut ya harus mematuhi aturan dan terbatas," ungkap Teguh, pada Tribunjateng.com, Senin (6/12/2021).

Pada kesempatan ini, Teguh menegaskan jika ia mematuhi aturan pemerintah, dengan harapan adanya PPKM Level 3 di seluruh Indonesia bisa membawa kabar baik (membahagiakan) di tahun 2022.

Sehingga jika memang ada tamu atau customer yang tidak bisa mengubah reservasi maju di awal bulan dan tetap ingin ditanggal saat PPKM Level 3 berlangsung, pihaknya memberikan edukasi bahwa prokes wajib dipatuhi, diperketat, dan sangat terbatas. 

Hal ini dilakukan karena Teguh tidak ingin muncul adanya klaster penularan Covid-19 apalagi yang bisa memicu gelombang ketiga Covid-19. 

"Kami berharap tahun 2022 pandemi Covid-19 sudah tidak ada dan berubah jadi endemi, sehingga perekonomian bisa lebih menggeliat lagi dan kehidupan bisa jauh lebih normal lagi," harap Teguh.

Sementara itu, Wakil Ketua Paguyuban Homestay Guci yang juga Pemilik Wisma Pelangi dan Seroja, Sopan Sofianto menuturkan, ia dan teman-teman pelaku usaha jasa penginapan yang lain di area wisata Guci tidak bisa berbuat banyak.

Mereka hanya bisa mematuhi kebijakan yang ada dan berharap saat Nataru atau pun sebelumnya pengunjung wisata ramai.

"Saya dan yang lainnya cuma bisa berharap pengunjung wisata ramai. Tapi kalau sekarang ini, belum banyak yang pesan atau booking kamar di penginapan saya, paling baru sekitar 15 persen, padahal sebelum pandemi kalau awal Desember sudah ada sampai 50 persen yang pesan kamar," pungkas Sopan. (*)

Penginapan di area Daya Tarik Wisata (DTW) Guci Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu.
Penginapan di area Daya Tarik Wisata (DTW) Guci Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu. (Tribun Jateng/Desta Leila Kartika)
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved