Jaksa Ungkap Munarman Sudah Berbaiat ke Abu Bakar Al Baghdadi

Munarman menghadiri kegiatan Faksi pada 6 Juni 2014, di gedung UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, yakni pemberian dukungan pada ISIS

Editor: Vito
Istimewa
Eks Sekum FPI, Munarman 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (Sekum FPI) Munarman didakwa jaksa penuntut umum (JPU) merencanakan dan menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Dalam surat dakwaan setebal 65 halaman yang dibacakan oleh jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur disebutkan, Munarman berbaiat kepada pimpinan Islami State of Iraq and Suriah (ISIS), Syekh Abu Bakar Al Baghdadi pada 2014.

Jaksa menuturkan, hal itu bermula saat kemunculan ISIS di Suriah pada 2014, di mana sejak saat itu banyak masyakarat di berbagai negara melalukan baiat atau sumpah setia bersedia bergabung dengan ISIS, termasuk di Indonesia.

Pada 6 Juni 2014, di gedung UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Forum Aksi Solidaritas Islam (Faksi) mengadakan kegiatan pemberian dukungan pada ISIS atau Daulah Islamiyah, serta sumpah setia kepada amir atau pimpinan ISIS, Syekh Abu Bakar al Baghdadi.

Jaksa menyebut, agenda itu turut dihadiri oleh terdakwa Munarman. "Bahwa kegiatan dukungan terhadap ISIS dan baiat sumpah setia kepada Syekh Abu Bakar Al Baghdadi di UIN Syarif Hidayatullah tersebut diikuti terdakwa bersama-sama dengan sekitar ratusan orang lain," kata jaksa saat persidangan, Rabu (8/12).

Jaksa mengatakan, dalam agenda baiat atau pernyataan sumpah setia kepada Abu Bakar al-Baghdadi itu, terdapat seorang bernama Ustaz Syamsul Hadi yang memimpin prosesi baiat tersebut.

Saat itu, seluruh peserta yang hadir turut mengikuti apa yang diarahkan oleh Syamsul, satu di antaranya membacakan sumpah baiat.

"Dengan cara, Ustaz Syamsul Hadi meminta seluruh peserta untuk berdiri dan mengangkat tangan kanan sambil mengucapkan kalimat baiat mengguankan bahasa Arab dan Bahasa Indonesia yang kemudian diikuti peserta, termasuk terdakwa," papar jaksa.

Jaksa turut membacakan bunyi baiat tersebut meniru pernyataan dari Syamsul Hadi di agenda itu yang turut dihadiri Munarman.

"Saya berbaiat kepada khalifah muslimin Syaikh Abu Bakar al Baghdadi untuk mendengar dan taat baik dalam kondisi susah maupun senang, serta tidak akan merebut kekuasaan darinya kecuali melihat kekafiran yang nyata," ucap jaksa, menirukan bunyi kalimat pernyataan baiat tersebut.

Dalam perkara itu, eks Sekum FPI itu didakwa menggerakkan orang lain untuk melakukan tindakan terorisme. Aksi Munarman itu dilakukan di sejumlah tempat.

"Munarman dan kawan-kawan merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk ancaman kekerasan, untuk melakukan tindak pidana teroris," terang jaksa dalam persidangan.

Atas perkara itu, Munarman didakwa melanggar Pasal 14 Juncto Pasal 7, Pasal 15 juncto Pasal 7 serta atas Pasal 13 huruf c Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang telah ditetapkan menjadi UU No. 15/2003 tentang Perppu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU juncto UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang perubahan atas UU 15 Tahun 2003 tentang penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. (Tribun Network)

 

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved