Berita Blora

Bupati Arief Rohman Beberkan Kisah Sejarah Hubungan Erat Blora dan Tuban di Masa Lalu

Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan kabupaten Blora dan kabupaten Tuban memiliki hubungan yang erat di masa lalu.

Penulis: ahmad mustakim | Editor: rival al manaf
(Dok. Humas Setda Blora)
Ziarah dipimpin langsung Bupati, Arief Rohman, memimpin ziarah diikuti Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, perwakilan Forkopimda, Sekda dan OPD terkait di makam Bupati Blora yang pertama, Raden Tumenggung Wilotikto (1749-1762) di Kabupaten Tuban. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan kabupaten Blora dan kabupaten Tuban memiliki hubungan yang erat di masa lalu.


Hal tersebut dikatakannya usai melaksanakan ziarah di makam Bupati Blora yang pertama, Raden Tumenggung Wilotikto (1749-1762) di Kabupaten Tuban.


Ziarah dilakukan dalam rangka menyambut peringatan Hari Jadi ke 272 Kabupaten Blora pada Rabu (8/12/2021). 


Ziarah tersebut dipimpin langsung Bupati, Arief Rohman, dan diikuti Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, perwakilan Forkopimda, Sekda dan OPD terkait.

Baca juga: 4 Polisi Jalani Sidang, Diduga Menganiaya Tahanan Hingga Meninggal

Baca juga: Jadwal Siaran Langsung BRI Liga 1 2021 Bali United Vs Madura United dan Persikabo Vs Persiraja

Baca juga: Kisah Bu Camat Endang Widayanti: Camat Termuda di Sragen, Ayah Buruh Pabrik dan Ibu Petani


Rombongan tiba di Tuban selepas adzan dzuhur dan langsung melakukan ziarah di makam Wilotikto yang berada di komplek Makam Keluarga Citrosuman, Desa Bejagung, Kecamatan Semanding.


Lokasi makam Bupati pertama Blora ini berada di samping pemakaman keluarga Raden Tumenggung Citrosuman VII yang tidak lain adalah Bupati Tuban, sekaligus mertua dari Raden Tumenggung Wilotikto. Sehingga Bupati Blora pertama merupakan putra menantu Bupati Tuban.


“Alhamdulillah setelah kemarin kita keliling ziarah leluhur yang ada di dalam kota, hari ini kita bisa ziarah ke Makam Bupati Blora yang menurut catatan sejarah merupakan Bupati pertama, Raden Tumenggung Wilotikto di Tuban. Satu komplek dengan makam-makam Bupati Tuban juga dari trah Citrosuman,” ucap Bupati Arief. 


Lanjut Bupati, pihaknya mendorong agar Dinas Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora bisa melakukan kerjasama penggalian arsip silsilah Bupati dengan dinas terkait di Kabupaten Tuban.


Agar nantinya bisa terdokumentasi dengan baik sebagai ilmu sejarah lokal.


“Apalagi Mbah Sunan Pojok yang ada di Blora dahulu juga merupakan Bupati Tuban. Sehingga memang Blora dan Tuban ini memiliki hubungan yang erat di masa lalu. Kita sebagai generasi penerus harus terus menjaga hubungan baik kedua daerah,” terangnya.


Menurutnya, ziarah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang dahulu telah ikut memimpin dan melaksanakan pembangunan di Kabupaten Blora


Selain itu juga agar generasi muda tidak lupa terhadap sejarah masa lalu.


“Ternyata tadi juga ada prasasti silsilah Bupati di dalam area makam sana. Beberapa Bupati Blora diantaranya masih memiliki hubungan keluarga dengan para Bupati Tuban disini. Bisa dikatakan Tuban ini merupakan saudara tua kita yang ada di Blora,” ungkapnya. 


Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekda Tuban, Mokhamad Mahmud, turut mendampingi pelaksanaan ziarah di Bejagung. 


Dirinya mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran Bupati Blora lengkap bersama Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda hingga Sekda.

Baca juga: Prediksi Timnas Indonesia Vs Kamboja Piala AFF Malam Ini, H2H, Susunan Pemain, Link Live Streaming

Baca juga: Bupati Tegal Tinjau Seleksi Guru PPPK 2021, Dibuka 1.126 Formasi

Baca juga: Ketum GP Ansor Gus Yaqut Ungkap Sosok yang Didukung di Muktamar NU, Said Aqil Siraj Beri Tanggapan


Menururtnya, pihaknya merasa ini kunjungan yang istimewa dari Blora. Jauh-jauh untuk bersilahturahmi dan berziarah ke leluhur yang ada di Tuban


"Kami berdoa semoga Blora kedepan akan lebih maju dan sejahtera di usianya yang ke 272 ini. Kita siap untuk merawat makam-makam para leluhur ini, apalagi ini merupakan leluhur 2 Kabupaten di satu tempat,” ungkapnya. 


Ziarah dilakukan dengan duduk di atas tikar, samping pusara Raden Tumenggung Wilotikto. Diisi dengan pembacaan tahlil singkat, dan dilanjutkan tabur bunga. Meskipun cuaca sedang terik, tidak mengurangi kekhidmatan prosesi ziarah. (kim) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved