Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Kemenperin Akan Kembangkan Ekosistem Industri 4.0 IKM Alat Angkut di Sentra Logam Kabupaten Tegal

Kemenperin berupaya mendukung peningkatan produktivitas Industri Kecil dan Menengah (IKM) alat angkut, melalui ekosistem industri.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Plt Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita (baju batik dan kerudung coklat), sedang melihat proses produksi di PT Bimuda Karya Teknik (BKT) yang lokasinya berada di dalam area Lingkungan Industri Kecil (LIK) Takaru, Desa Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Kamis (9/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mendukung peningkatan produktivitas Industri Kecil dan Menengah (IKM) alat angkut, melalui ekosistem industri dan implementasi teknologi 4.0 di sentra-sentra produksi, satu di antaranya sentra logam yang berlokasi di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Takaru, Desa Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Kamis (9/12/2021). 

Kick Off program ekosistem industri dan implementasi 4.0 pada IKM alat angkut, secara simbolis dibuka oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dari Jakarta, dan hadir langsung di LIK Takaru Plt Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin Reni Yanita, Bupati Tegal Umi Azizah, diwakili oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal Moh. Nur Ma’mun, Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Muhammad Arif Sambodo, dan pejabat lainnya. 

Baca juga: Pembangunan Kios Pasar Kalinyamatan Hampir Rampung, Tahun Depan Sudah Bisa Ditempati Pedagang

Baca juga: Gelar Doa Akhir Tahun, Wartawan Semarang Diharapkan Tetap Kritis dalam Setiap Persoalan


Dalam sambutannya, Agus Gumiwang menyampaikan, selain meningkatkan produktivitas IKM alat angkut, tujuan program ini adalah untuk menjalin sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam penerapan industri 4.0, terutama antara IKM alat angkut dan industri besar.


Menurut Menperin, IKM harus terus meningkatkan kemampuan dan kualitas produknya dengan mengikuti perkembangan teknologi terkini. 


Hal ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, dengan major project berupa perluasan adaptasi dan pemanfaatan industri 4.0 untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, kontribusi nilai tambah, daya saing, dan keberlanjutan industri nasional, sehingga diharapkan berdampak pada peningkatan kontribusi industri dalam PDB.


“Implementasi teknologi 4.0 ini diharapkan dapat menjadi investasi penting bagi industri, baik itu industri besar maupun industri kecil dan menengah (IKM) untuk dapat mendorong kemajuan usahanya,” tutur Menperin Agus Gumiwang, pada Tribunjateng.com, Kamis (9/12/2021). 


Menperin mengapresiasi upaya industri besar otomotif nasional seperti PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), PT Astra Honda Motor (AHM), PT Komatsu Indonesia, dan juga Tier 1 industri otomotif yang selama ini telah menjalin kemitraan dengan IKM, serta atas dukungannya pada pertumbuhan industri otomotif dalam negeri melalui penciptaan ekosistem berbasis teknologi industri 4.0.


Plt Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita mengungkapkan, Kemenperin akan mengembangkan ekosistem industri 4.0 di Sentra Logam Kabupaten Tegal, guna mendukung produktivitas IKM alat angkut yang sebagian besar merupakan supplier dari Agen Pemegang Merk (APM) kendaraan sepeda motor, mobil, dan alat berat.


“Kemenperin telah melaksanakan program penerapan industri 4.0 bagi IKM alat angkut melalui pendampingan implementasi penerapan teknologi 4.0 dengan pilot project pada PT Bimuda Karya Teknik (BKT), yaitu IKM yang telah menjadi supplier dari PT Metindo Era Sakti (MES) sebagai Tier 1 dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN),” jelas Reni.


Reni juga mengapresiasi para supplier dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Astra Honda Motor, dan PT Komatsu Indonesia yang hadir pada acara Kick Off ini, sehingga dapat melihat secara langsung terkait potensi dan kemampuan IKM alat angkut di Kabupaten Tegal.   


Sementara untuk model kerja sama yang dilakukan oleh Kemenperin yaitu lebih banyak memberikan pendampingan dari sisi teknologi, kompetensi sumber daya manusia (SDM), dan mengimplementasikan standar yang dibutuhkan dari industri besarnya seperti apa. 


"Karena masih percontohan, maka untuk IKM alat angkut yang sudah menerapkan industri 4.0 di Kabupaten Tegal baru ada satu yaitu PT Bimuda Karya Teknik (BKT), sedangkan yang sedang kami jajaki ada sekitar 25 IKM lagi," ungkapnya. 

Baca juga: Desa Wisata Sumberbulu Raih Juara Pertama Kategori Souvenir Dalam Puncak Penganugerahan ADWI 2021

Baca juga: Buruh Rokok akan Menerima BLT dari DBHCHT, Pemkab Kudus Verifikasi Data untuk Calon Penerima


Tak lupa, Reni juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal dan semua unsur yang terlibat pada kegiatan kali ini. 

"Kami berharap acara ini dapat menjadi langkah nyata dan bentuk keseriusan para pihak untuk kemajuan IKM, dan dalam membangun ekosistem industri 4.0 di industri otomotif Indonesia khususnya Kabupaten Tegal," tandas Reni. (*) 

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved