Breaking News:

Berita Pekalongan

Nonton Bareng Film Kadet 1947, Wali Kota Pekalongan Aaf: Ceritanya Kobarkan Semangat Nasionalisme

Film perjuangan Kadet 1947 berlatar belakang sejarah kemerdekaan, ketika Angkatan Udara Republik Indonesia menjalankan misi serangan udara perdana.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat memberikan sambutan nonton bareng film Kadet 1947 di XXI Transmart Kota Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN -  Keluarga besar Satuan Radar 214 Tegal (Satrad 214/Tegal) merupakan unsur pertahanan udara yang berada langsung dibawah komando Kosekhanudnas I bersama Pemerintah Kota Pekalongan dan sejumlah pejabat daerah lainnya mengadakan nonton bareng film Kadet 1947 di XXI Transmart Kota Pekalongan.


Komandan Satrad 214 Tegal Letkol Lek Priyambodo Satriyo, dalam sambutannya mengatakan, nonton bareng ini bertujuan untuk memahami dan membangkitkan kembali rasa patriotisme generasi muda atas perjuangan para Kadet atau calon penerbang angkatan udara dalam peristiwa misi serangan udara Republik Indonesia pada 29 Juli 1947 silam atau tepatnya menjelang Agresi Militer Belanda I.

"Film perjuangan ini berlatar belakang sejarah kemerdekaan di tahun 1947, ketika angkatan udara Republik Indonesia menjalankan misi serangan udara pertama."

Baca juga: Tren Digital Merambah Segala Bidang, Jasa Raharja Usung Konsep Digitalisasi di Rakornas Samsat

Baca juga: Video Truk Tronton Muatan Accu Hantam Bokong Truk Molen, Sopir Terjepit

Tujuh kadet yang notabene hanya calon penerbang, berhasil memberikan serangan kejutan ke markas belanda di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa pada 29 Juli 1947," kata Komandan Satrad 214 Tegal Letkol Lek Priyambodo Satriyo saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (9/12/2021).

Para kadet tersebut ingin ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan RI, tapi sayangnya karena masih berstatus pelajar, mereka dilarang terbang.

Hingga pada akhirnya, terjadi peristiwa pengeboman di Maguwo dan mengakibatkan kekurangan personil penerbang yang berpengalaman.

Mereka lalu nekat menyusun rencana serangan udara demi membalas serangan Belanda tersebut. Dengan pesawat-pesawat yang tersisa dan kurangnya pengalaman, namun mereka tetap optimis dan pantang menyerah.

"Apa yang dilakukan para kadet ini dapat memotivasi anak remaja untuk tidak berhenti menggapai impian, dan melakukan hal yang bermanfaat bagi banyak orang," imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengapresiasi, atas undangan nonton bareng film Kadet 1947.

Menurutnya, film ini diharapkan bisa mengenalkan sekaligus menginspirasi generasi muda dalam mengulik sejarah kemerdekaan Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved