Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Proyek Pembangunan Islamic Center Batang Makin Terlambat, Kontraktor Terancam Blacklist

Pemerintah Kabupaten Batang melayangkan surat peringatan kepada pelaksana proyek pembangunan Islamic Center

Penulis: dina indriani | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Dina Indriani
Progres proyek pembangunan Gedung Islamic Batang yang menempati eks Terminal Banyuputih, Kamis (9/12/2021) 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Proyek pembangunan Gedung Islamic Center semakin mengalami keterlambatan hingga mencapai minus 20 persen.

Pembangunan Islamic Center menghabiskan uang APBD sebasar Rp Rp 11,9 Miliiar

Awalnya keterlambatan berada di angka lima persen namun saat ini keterlambatan mencapai minus 20 persen.

Pemerintah Kabupaten Batang melayangkan surat peringatan kepada pelaksana proyek pembangunan Islamic Center.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Batang, Nursito.

"Kami telah memberikan peringatan pertama sekitar dua minggu lalu, dan saat ini masih memberi ujicoba hingga 12 Desember," tuturnya, Kamis (9/12/2021).

Lebih lanjut, jika hasil evaluasi tidak memenuhi target, maka pihaknya akan melayangkan surat peringatan kedua.

"Jika hingga batas waktu tidak selesai, maka kontraktor bisa terjadi terancam blakclist," ujarnya.

Nursito menjelaskan jika ada keterlambatan pada rencana kerja 0-70 persen maka status menuju kontrak kritis. 

Lalu, saat ada keterlambatan lebih dari 5 persen pada target 70 -100 persen, maka masuk masa kontrak kritis.

"Jika terlambat, kami masih memberi kesempatan perpanjangan dengan denda. Tapi jika tidak selesai, maka kami blacklist," jelasnya.

Kepala Bidang Tabaling, Danang Purwanto menyebut evaluasi proyek masih menggunakan Mutual Check (MC) 50, pihak kontraktor mengajukan evaluasi dengan MC 100.

"Ada pekerjaan yang tidak terhitung jika menggunakan MC 50 meski sudah melebihi rencana, karena itu, mereka mengajukan evaluasi dengan MC 100 l," jelasnya.

Ia menilai secara teknis seharusnya kontraktor bisa menyelesaikan, hal itu tergantung manajemen pelaksana proyek di lapangan. 

Danang menyebut, pelaksana beralasan ada beberapa kendala antara lain supply material, hingga koordinasi tenaga kerja tidak maksimal.

"Tenaga kerja banyak tapi tidak sesuai target, kalau perhitungan sekarang progres masih 50 persen dari target 70 persen," pungkasnya.(din)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved