Berita Sragen
Sekolah di Sragen Tetap Masuk Saat Akhir Tahun, Libur Dijadwalkan Januari 2022
Selama libur natal dan tahun baru, sekolah di Sragen akan tetap masuk seperti biasa.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Selama libur natal dan tahun baru, sekolah di Kabupaten Sragen akan tetap masuk atau Pembelajaran Tatap Muka (PTM) seperti biasa.
Kebijakan ini diambil agar tercegahnya penularan Covid-19. Anak-anak ditakutkan tidak termonitor apabila sekolah diliburkan.
"Untuk akhir tahun tidak libur, tetap masuk PTM seperti biasa. Setelah Penilaian Akhir Semester (PAS) masuk semester kedua," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen, Suwardi.
Suwardi menerangi alasan tidak dilaksanakan libur mencegah penularan Covid-19.
Menurutnya ketika anak-anak disekolah, anak-anak akan aman karena diawasi oleh guru. Sedangkan saat libur ditakutkan pergi liburan bersama orangtuanya.
Untuk libur PAS, Suwardi berencana akan meliburnya pada Januari 2022 mendatang. Sementara pemberian hasil PAS atau raport diberikan Januari.
"Liburannya kemungkinan Januari. Rapornya nanti sesuai penanggalan seperti biasa. Tapi disampaikan Januari," lanjut Suwardi.
Swab Antigen
Sementara itu, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati meminta agar Disdikbud bersama Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen melakukan swab antigen random.
Dengan perintah tersebut, Suwardi mengaku siap melakukan swab antigen ketika PTM di saat akhir tahun.
Dia mengaku selama ini pihaknya sudah melakukan secara random.
"Kami siap (melakukan swab antigen random) kami akan koordinasikan dengan petugas DKK, kemudian sekolah."
"Selama masuk sekolah, tidak perlu di jadwal sekolah mana yang akan kita sampling. Kita datangi dadakan ke sekolah," kata Suwardi.
Dirinya melanjutkan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan swab antigen random kepada 1000 lebih siswa SMP. Tidak hanya itu, 200 siswa SD juga mengikuti random sampling.
"Anak SMP itu sudah 1 ribu lebih kita sampling, SD sudah hampir 200 anak Untuk SMA/SMK ada 200 lebih. Alhamdulillah semua hasilnya negatif," lanjut Wardi.
Sekali swab antigen sampling, Suwardi mengaku melakukan swab ke minimal 50 dan 25 guru di tingkat SMP. Sementara untuk SD, sekitar 15 murid karena murid SD lebih sedikit.
"Anak-anak Sragen semuanya Alhamdulillah sehat, berkat sudah divaksin terlebih dahulu. Anak SD saja yang usianya 12 tahun ke atas sudah kami vaksin," tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pembelajaran-tatap-muka-di-sragen3.jpg)