Breaking News:

Berita Pekalongan

Inggit : Perempuan Harus Mandiri dan Kreatif

Sebagai upaya dalam rangka pemberdayaan perempuan di masa pandemi, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM/INDRA DWI PURNOMO
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pekalongan Inggit Soraya saat memberikan sambutan di workshop sekaligus pelatihan untuk perempuan yang tergabung dalam organisasi pemuda se-Kota Pekalongan di Museum Batik Kota Pekalongan, Jum'at (10/12/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Sebagai upaya dalam rangka pemberdayaan perempuan di masa pandemi, Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Pekalongan menggelar, workshop sekaligus pelatihan untuk perempuan yang tergabung dalam organisasi pemuda se-Kota Pekalongan di Museum Batik Kota Pekalongan, Jum'at (10/12/2021).


Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pekalongan Inggit Soraya mengatakan, pihaknya sangat mendukung dengan adanya workshop dan pelatihan yang dikhususkan untuk kaum perempuan di Kota Pekalongan.


"Saya sangat senang dengan adanya upaya pemberdayaan perempuan, diharapkan bisa menjadi ketahanan keluarga terutama di bidang ekonomi dan kesehatan pada masa pandemi seperti sekarang ini," kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pekalongan Inggit Soraya.


Inggit juga mengapresiasi dengan pelatihan yang diberikan yaitu berkaitan dengan batik, dimana batik merupakan icon dari Kota Pekalongan yang kehadirannya perlu dilestarikan dan dikembangkan agar tidak punah khususnya di Kota Pekalongan.


"Karena Kota Pekalongan itu unggulannya batik, jangan sampai punah karena batik ini adalah warisan budaya yang perlu kita angkat dan kita banggakan juga.

Sehingga, dengan adanya workhsop dan pelatihan membatik ini menurut saya selain sebagai bekal untuk para kaum perempuan, juga sekaligus upaya dalam pelestarian budaya batik," ucapnya.


Pihaknya mengajak ke kaum perempuan untuk dapat berpikir, memutar otak, dan lebih kreatif.

Sehingga, mampu menemukan cara agar dapat bertahan di masa pandemi dengan membantu ekonomi keluarga.


"Semoga dengan adanya workshop dan pelatihan batik ini, kita sebagai kaum perempuan bisa lebih mandiri dan bisa membantu ekonomi keluarga."


"Mudah-mudahan nanti dapat dipraktekkan dan ada kelanjutannya, misalkan dari limbah batik yang ada bisa dijadikan kerajinan, yang penting asal kita ada kemauan, semangat, dan mencintai apa yang kita kerjakan. Insyallah, bisa untuk mencapai tujuan itu," imbuhnya.


Sementara itu, Sutarno Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan mengatakan, workshop dan pelatihan ini bersifat mendorong kemandirian dari perempuan sebagai upaya ketahanan kelurga pada masa pandemi.


"Menurut saya potensi perempuan itu sangat tinggi sekali, mereka di rumah selain mengurus rumah tangga, bisa juga melakukan ketrampilan-ketrampilan yang ada sehingga bisa membantu pendapatan keluarga," katanya. (Dro)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved