Breaking News:

Berita Kudus

Diduga Menggelapkan Iuran BPJS, Dua Perusahaan Dilaporkan

Dua perusahaan di Kudus diadukan pegawainya karena diduga melakukan penggelapan dana iuran BP‎JS Kesehatan dan BP Jamsostek.

Penulis: raka f pujangga | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Raka F
Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kudus, Rini Kartika saat menunjukkan kemasan kardus hibah dari Pemprov Jawa Tengah untuk UKM, Jumat (11/12/2021). 

 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dua perusahaan di Kudus diadukan pegawainya karena diduga melakukan penggelapan dana iuran BP‎JS Kesehatan dan BP Jamsostek.

Dinas Tenaga Kerja ‎Perindustrian Koperasi dan UKM (Disnakerperinkop dan UKM) Kabupaten Kudus akan melakukan mediasi atas persoalan hubungan industrial itu.

Kepala Disnakerperinkop dan UKM Kudus, Rini Kartika menyampaikan, telah menerima aduan mengenai iuran yang tidak dibayarkan perusahaan tersebut kepada BPJS Kesehatan dan ‎BP Jamsostek .


"Padahal iuran itu sudah dipotong dari pegawai, tapi tidak disetorkan," ujar dia, Sabtu (11/12/2021).


Pihaknya akan melakukan mediasi dalam waktu dekat. Pasalnya jumlah karyawan tersebut mencapai lebih dari 100 orang.


"Memang bukan perusahaan besar, termasuk perusahaan kecil‎. Jumlah pegawainya mungkin sekitar 100-an," ujar dia.


Pihaknya menjelaskan, akan melakukan klarifikasi kepada manajemen perusahaan ‎atas kejadian tersebut.


Meskipun, kata dia, jumlah nominal yang tidak dibayarkan tersebut tidaklah besar.


"Jumlah yang tidak dibayarkan nggak besar, kemungkinan tidak dibayarkannya belum lama. Nanti akan kami tindaklanjuti," ujar dia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved