Berita Nasional

Pandemi Tingkatkan Risiko Kurang Gizi, Anak-anak di 15 Provinsi Dapat Suplai Susu Pertumbuhan

Hadirnya pandemi diperkirakan semakin mempersulit akses nutrisi dan pendidikan, yang penting bagi kemajuan masa depan anak Indonesia.

Editor: rival al manaf
Dokumentasi Pribadi
Para narasumber dalam gerakan sosial #AyoTunjukTangan yang menyalurkan dukungan akses pendidikan dan nutrisi di masa Pandemi 

TRIBUNJATENG.COM - Anak-anak merupakan harapan masa depan bangsa yang perlu dipersiapkan sejak dini.

Salah satu kunci agar anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi maju adalah dengan memastikan akses edukasi dan nutrisi terpenuhi dengan baik.

Namun hingga saat ini, masih banyak anak Indonesia yang menghadapi tantangan dalam pemenuhan akses nutrisi dan pendidikan yang optimal.

Baca juga: Dorong Kualitas Pendidikan Sekitar Hutan, Perhutani Salurkan Bantuan Rp 10 Juta untuk TK di Blora

Baca juga: Bupati Umi Azizah: Pengawas dan Kepala Sekolah Menjadi Kunci Kemajuan Kualitas Pendidikan

Baca juga: Kota Semarang Miliki Rumah dan Kebun Gizi, Cegah Kasus Stunting pada Anak

Baca juga: Pemkab Kendal Gelar Penandatanganan Rembuk Stunting Cegah Anak Kekurangan Gizi

Oleh karena itu, di tahun 2021 ini, sebagai upaya untuk mendukung akses kemajuan anak Indonesia, SGM Eksplor melakukan rangkaian inisiatif kolaboratif melalui gerakan sosial #AyoTunjukTangan.

Gerakan sosial ini telah berhasil menyalurkan dukungan akses pendidikan dan nutrisi yaitu berupa dukungan gawai dan beasiswa pendidikan online bagi 1.500 siswa Sekolah Dasar, rehabilitasi 10 sekolah dan 75.000 dukungan produk susu pertumbuhan untuk anak di atas usia 1 tahun yang tersebar di 41 kota dan 15 provinsi di Indonesia.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek), Jumeri, S.TP., M. Si., mengatakan, kemajuan SDM Indonesia untuk mencapai visi Generasi Emas Indonesia 2045 merupakan salah satu prioritas penting pemerintah.

"Agar dapat mewujudkan generasi masa depan yang berkualitas unggul, maju, mandiri, cerdas, dan sehat. Kami meyakini bahwa anak-anak Indonesia saat ini dapat menjadi mesin pembangunan yang luar biasa saat mereka mencapai usia produktif dan akan dapat meraup manfaat maksimal dari bonus demografi untuk mendukung kemajuan masa depan bangsa."

"Namun, untuk dapat mencapai hal tersebut, Indonesia harus berinvestasi sekarang juga untuk generasi muda, termasuk di bidang pendidikan dan kesehatan yang menjadi fondasi untuk dapat mendukung pengembangan potensi mereka secara maksimal."

"Oleh karena itu, kami menyambut baik dan mengapresiasi setiap inisiatif dan praktik baik dari pihak swasta yang ingin ikut berkontribusi bersama dengan pemerintah untuk mendukung pendidikan anak-anak Indonesia guna mewujudkan Merdeka Belajar demi kemajuan generasi mendatang,” terang Jumeri dalam keterangan tertulis.

Hadirnya pandemi diperkirakan semakin mempersulit akses nutrisi dan pendidikan, yang penting bagi kemajuan masa depan anak Indonesia.

Akses yang terbatas terhadap kuota internet dan perangkat digital yang memadai juga menghambat siswa untuk belajar daring.

Hanya kurang dari 15% siswa pedesaan yang memiliki komputer untuk belajar.

Sementara, untuk pelajar yang tinggal di perkotaan, hanya ada 25% yang mempunyai komputer untuk belajar dari rumah.

Bahkan, banyak siswa yang berbagi ponsel pintar dengan saudara atau orang tua.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved